Home Berita AS Tingkatkan Keterlibatan di Indo-Pasific

AS Tingkatkan Keterlibatan di Indo-Pasific

Washington DC., sumbawanews.com – Dilansir dari laman Gedung Putih, Kamis (29/09) waktu setempat, Pemerintahan Biden-Harris memutuskan meningkatkan keterlibatan yang lebih luas dan lebih dalam dengan Kepulauan Pasifik sebagai prioritas kebijakan luar negerinya. Strategi nasional ini, yang pertama kali dari pemerintah AS yang didedikasikan untuk Kepulauan Pasifik, mencerminkan dan memajukan komitmen itu. Ini mendukung Strategi Indo-Pasifik Amerika Serikat dan selaras dengan tujuan Strategi 2050 Forum Pulau Pasifik.

Disebutkan, Sebagai bagian dari strategi Pasifiknya, Amerika Serikat akan mengejar empat tujuan, yakni Kemitraan Kepulauan AS-Pasifik yang kuat. Landasan keterlibatan AS di Kepulauan Pasifik harus menjadi ikatan yang kuat antara Amerika Serikat dan Kepulauan Pasifik, secara individu dan kolektif.

AS akan Memenuhi dan Meningkatkan Komitmen untuk Pasifik, akan memenuhi komitmen historis. Dan memperkuat hubungan jangka panjang dengan seluruh wilayah Kepulauan Pasifik.

Membangun Kapasitas AS untuk Mendukung Pasifik. Termasuk dengan Memperluas misi diplomatik AS dari enam menjadi sembilan di seluruh Pasifik, Menyebarkan personel tambahan di seluruh Pasifik, Membangun kembali misi USAID di Fiji.

Tujuan kedua yakni menghubungkan wilayah kepulauan Pasifik dengan dunia. AS akan berkoordinasi dengan negara lain dan melakukannya sesuai dengan prinsip kerja sama, transparansi, dan akuntabilitas regional Pasifik.

AS mendukung Regionalisme Pasifik dan Tingkatkan Pasifik dalam Arsitektur Regional, Kepulauan Pasifik lebih kuat ketika institusi regional kuat. Amerika Serikat akan terus mendukung Forum Kepulauan Pasifik (PIF), memastikannya tetap menjadi pusat arsitektur regional.

AS akan meningkatkan komitmennya terhadap regionalisme Pasifik dengan Menunjuk utusan AS pertama untuk PIF. Mendorong konektivitas dengan kelompok multilateral yang ada, termasuk Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Quad, serta Mendukung organisasi regional lainnya.

Amerika Serikat akan terus berkoordinasi erat dengan Sekutu dan Mitra kami untuk memastikan dukungan AS untuk Kepulauan Pasifik efektif dan memenuhi kebutuhan rakyat. AS akan memprioritaskan konsultasi dan koordinasi dengan Kepulauan Pasifik dan PIF. Antara lain dengan Mendukung Mitra di Pasifik Biru, sebuah inisiatif antara Australia, Kanada, Jepang, Selandia Baru, dan Inggris untuk lebih memenuhi kebutuhan orang-orang di seluruh Pasifik.

Tujuan Ketiga, menjadikan wilayah pulau Pasifik tangguh dan dipersiapkan untuk krisis iklim dan tantangan global abad 21. Wilayah Kepulauan Pasifik menghadapi tantangan yang berar, utama antara lain krisis iklim, ancaman eksistensial bagi banyak Kepulauan Pasifik. Dan Amerika Serikat berkomitmen untuk mempertahankan kepemimpinan globalnya dalam memerangi krisis iklim, sambil bermitra dengan Kepulauan Pasifik dalam beradaptasi dan mengelola dampak perubahan iklim terhadap kehidupan, kesehatan, dan mata pencaharian.

Kawasan ini juga menghadapi tantangan keamanan dan kedaulatan, termasuk di ranah maritim. Administrasi Biden-Harris akan bekerja dalam kemitraan dengan pemerintah dan rakyat Pasifik untuk memastikan mereka memiliki otonomi dan keamanan untuk memajukan kepentingan mereka sendiri.

Dan tujuan keempat yakni menjadikan Pulau yang berdaya dan sejahtera. Antara lain dengan Memperkuat keamanan kesehatan regional dalam persiapan untuk wabah di masa depan. Menawarkan pengalaman pendidikan yang ditingkatkan melalui pertukaran pelajar dan profesional, kurikulum yang disempurnakan, dan pembentukan program Studi Pasifik di Amerika Serikat, serta Mengembalikan kehadiran sukarelawan Peace Corps ke Fiji, Tonga, Samoa, dan Vanuatu tahun ini dan secara aktif menjajaki opsi untuk membuka misi di negara lain. (Using)

Previous articlePertemuan Senior Official Meeting ke-5 Bakamla dan Australian Border Force
Next articleKPU Sumbawa Tetapkan 337.209 Pemilih Hingga September 2022
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.