Sumbawanews.com,- Liverpool dipaksa berbagi poin dalam laga pembuka Liga Inggris 2026-2027 setelah ditahan 2-2 oleh Newcastle United di St James’ Park, Senin (24/8/2026). Meski menguasai bola 60 persen dan melepaskan tujuh tembakan tepat sasaran, The Reds kembali ditekan oleh kinerja minim Alexander Isak dan Florian Wirtz — dua rekrutan mahal senilai 270 juta euro yang hingga kini belum menunjukkan dampak signifikan.
Isak, yang didatangkan dari Real Sociedad, hanya mencetak empat gol dan satu assist dari 22 penampilan sepanjang musim lalu, sementara Wirtz — eks bintang Bayer Leverkusen — menghasilkan tujuh gol dan 10 assist dari 49 laga di semua kompetisi. Keduanya kembali gagal bersinar saat melawan Newcastle: Isak dinilai 6,8 dan Wirtz 6,5 menurut Whoscored, dengan peran ofensif yang nyaris tak terasa. Gol Liverpool dicetak oleh Cody Gakpo (55’) dan Dominik Szoboszlai (90+8’), sementara Newcastle unggul lebih dulu lewat Anthony Elanga (5’) dan Joe Willock (57’).
Gary Neville, legenda Manchester United, secara tegas menyampaikan kekecewaannya. “Hal besar lainnya bagi Liverpool adalah mereka memiliki Isak dan Wirtz yang harus segera mulai bermain dan memberikan kontribusi. Kami sudah cukup memaklumi penampilan mereka berdua,” ujar Neville, seperti dikutip Sky Sports. “Mereka harus mulai memberikan dampak dan meningkatkan performa. Ada beberapa hal positif bagi Liverpool, tetapi masih ada tanda tanya besar mengenai Isak dan Wirtz.”
Neville mengakui Liverpool layak meraih satu poin berkat dominasi permainan, tetapi menekankan bahwa investasi besar tidak bisa hanya dinilai dari statistik penguasaan bola. “Anda tidak bisa mengatakan Liverpool tidak layak mendapatkan satu poin dari pertandingan ini karena mereka menciptakan banyak peluang,” tegasnya. Namun, ia menegaskan bahwa beban ekspektasi kini berada di pundak dua bintang baru itu — bukan hanya untuk menyelamatkan musim, tapi juga membenarkan keputusan transfer yang menghabiskan Rp5,5 triliun.
Dengan ketergantungan yang semakin besar pada Szoboszlai dan Gakpo, tekanan pun kian menghimpit manajemen Liverpool untuk segera membangkitkan kinerja Isak dan Wirtz — atau menghadapi risiko kehilangan kepercayaan fans dan kestabilan di puncak klasemen.















