Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia bersiap menghadapi Thailand dalam final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin, 5 Oktober 2026, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, setelah melibas Bangladesh 9-2 pada matchday ketiga Grup A, Kamis, 1 Oktober 2026. Penyerang utama Ole Romeny menegaskan seluruh pemain bertekad memberikan segalanya demi membawa pulang gelar juara sebagai kado bagi masyarakat Indonesia. Laga puncak ini menjadi momen paling dinanti setelah kontroversi tambahan waktu yang berubah dari dua menjadi tujuh menit dalam laga melawan Bangladesh menjadi sorotan nasional, sementara aksi sportif pemain Bangladesh, Shuki Itofusa, memicu gelombang apresiasi dari warganet. Pelatih John Herdman pun mengakui tantangan besar menghadapi tim asuhan Anthony Hudson, yang mengenal gaya permainannya dengan baik.
Laga melawan Bangladesh tidak hanya menentukan kelolosan ke final, tetapi juga menjadi sorotan karena kejadian tak biasa di penghujung pertandingan: wasit keempat awalnya menunjukkan tambahan waktu dua menit, lalu mendadak mengubahnya menjadi tujuh menit. Kejadian ini memicu debat luas di kalangan pengamat sepak bola, termasuk mantan wasit FIFA asal Malaysia, Subkhiddin Mohd Salleh, yang menilai perubahan tersebut harus melalui verifikasi ketat untuk menghindari kebingungan publik. Di sisi lain, kekalahan 2-9 Bangladesh tak mengurangi rasa hormat publik Indonesia, yang membanjiri akun Instagram Shuki Itofusa dengan pujian atas semangat pantang menyerah skuad Bengal Tigers.
Di balik kemenangan telak itu, Mitchell Baker mencatatkan lima gol, menjadi pahlawan di lapangan dan mendapat julukan “Haaland Indonesia”, “Erling Baker”, hingga “El Manuk” dari para suporter. Kemenangan ini mengukuhkan Indonesia sebagai juara Grup A, sekaligus menyiapkan jalan menuju final melawan Thailand, yang lebih dulu memastikan tiketnya setelah menang dua laga fase grup. Herdman, yang mengenal gaya permainan Anthony Hudson dari pengalaman sebelumnya, mengaku tahu betul kekuatan dan kelemahan lawan, namun menekankan bahwa final bukan sekadar pertandingan teknis, tapi ujian mental dan semangat kebangsaan.
Ole Romeny, yang menjadi simbol harapan di depan, menegaskan tekad tim untuk tidak hanya bermain, tapi meraih kemenangan sejati. “Kami bakal berikan segalanya demi juara,” ujarnya, menutup rangkaian perjalanan menuju puncak turnamen. Pertandingan final nanti bukan hanya soal gelar, tapi juga soal harga diri, semangat, dan harapan jutaan suporter yang menanti kado manis dari para pemain Garuda.















