Home Berita Periksa 62 Sample, 7 Positif Covid-19

Periksa 62 Sample, 7 Positif Covid-19

Mataram – sumbawanews.com,-  Gugus tugas penanganan Covid-19 NTB, Drs. H. Gita Ariadi M.Si Sekretaris Daerah Provinsi NTB pelaksana tugas harian menyatakan bahwa pada hari ini, Rabu 22 April 2020 telah diperiksa 62 sampel dengan hasil 52 sampel negatif, 3 (tiga) pasien sampel ulangan positif, dan 7 (tujuh) sampel kasus baru positif Covid-19. Kasus
baru positif tersebut, antara lain :

• Pasien nomor 109, an .Tn. NI, laki-laki, usia 72 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Pasien dirawat di rumah sakit karena sesak, mual, dan muntah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 110, an. Tn. AK, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Jelantik, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 111, an. Tn. SH, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Buwun Mas,
Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 112, an. Tn. R, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Sigerongan,
Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak erat dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 113, an. Ny. RPL, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 30. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut patuh Patju dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 114, an. Tn. MS, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Giri Sasak,
Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;

• Pasien nomor 115, an. Tn. AA, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Desa Lembah Sembaga, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan keGowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpadu di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Dengan adanya tambahan 7 (tujuh) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, tidak ada sembuh baru, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (22/4/2020) sebanyak 115 orang, dengan perincian 11 orang sudah sembuh, 4 (empat) meninggal dunia, serta 100 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugaskesehatan tetap melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif.

Populasi berisiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), yaitu Tenaga Kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku
Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) terutama yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Sebanyak 506 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil tidak ada yang reaktif, 600 ODP/OTG
diperiksa dengan hasil 22 orang (3,7%) reaktif, dan 1.299 PPTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 354 orang (27,3%) reaktif. Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan
diagnosa Covid-19.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 324 orang dengan perincian 193 orang (60%) PDP masih dalam pengawasan, 131 orang (40%) PDP selesai
pengawasan/sembuh, dan 15 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 4.610 orang, terdiri dari 879 orang (19%) masih dalam pemantauan dan 3.731 orang(81%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan
pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 1.756 orang, terdiri dari 1.249 orang (71%) masih dalam pemantauan dan 507 orang (29%) selesai pemantauan. Sedangkan PelakuPerjalanan
Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 45.020 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 13.366 orang (30%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 31.654 orang (70%).

Berdasarkan pantauan kami bahwa masyarakat di desa sudah sangat tertib dan disiplin menjalankan protokol pencegahan Covid-19, bahkan jauh lebih tertib dibandingkan dengan kondisi di wilayah perkotaan. Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan apresiasi dan ucapan terima
kasih kepada aparat beserta seluruh masyarakat desa. Kita berharap kondisi dan suasana yang tertib ini dapat terus dijaga dan dapat dicontoh oleh masyarakat lainnya demi keamanan dan keselamatan kita bersama. Mudah-mudahan dengan upaya dan disiplin kita semua wabah Covid-19 ini segera berakhir.

Kami menyampaikan terima kasih kepada Hiswana Migas dan PT. Pertamina yang telah memberikan donasi sebanyak 100 buah Alat Pelindung Diri (APD), 30 Unit Tandon air dan 100 buah Alat Pelindung Wajah atau Face Shield kepada Pemerintah Provinsi NTB. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kita semua khususnya petugas medis yang ada di Rumah sakit Provinisi, RS Kabupaten/Kota maupun tenaga kesehatan yang ada di tingkat puskesmas sebagai garda terdepan
yang berjibaku menghadapi ancaman Covid-19. Demikian juga bantuan 30 tandon air akan didistribusikan ke kantor Bupati/Walikota se-NTB sebanyak 10 unit. Selebihnya akan disalurkan di tempat-tempat keramaian seperti pasar, pelabuhan dan layanan publik lainnya.

Ucapan terima kasih dan apresiasi juga kami sampaikan kepada Universitas Mataram yang telah menginisiasi pembuatan bahan pembersih berupa sabun cuci tangan, hand sanitizer dan bahan disinfektan lainnya dari bahan alami molasses (tetes tebu). Apresiasi juga kami sampaikan kepada PT SMS yang telah siap menyediakan bahan baku berupa molasses dari hasil samping produksi
gula kristal. Dengan adanya bantuan serta berbagai inisiatif dari berbagai pihak, selain dapat meningkatkan perilaku hidup bersih masyarakat, juga diharapkan menjadi inspirasi bagi kita semua
untuk bisa ikut berkontribusi dalam penanganan Covid-19 di NTB. Dalam situasi sulit seperti ini, kerja sama, partisipasi dan bantuan dari BUMN dan sektor-sektor swasta lainnya tentu sangat
diharapkan.

Terima kasih juga kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai
penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan
menghindari, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan
dengan sabun di air mengalir.

Pemerintah juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan
pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit.

Untuk menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19, masyarakat diharapkan mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Previous articlePanen Raya Bersama Forkopimda Kota Mataram, Antisipasi Cadangan Pangan Hadapi Covid-19
Next articlePEDULI COVID-19, IKKT PWA CABANG BS XII KOGABWILHAN II BERIKAN MASKER DAN PAKET MAKAN SIANG
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.