Sumbawanews.com,- Tim pencarian dan penyelamatan terus bergerak di wilayah terdampak bencana.
Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Nepal dan wilayah perbatasan China menewaskan 633 orang, dengan 2.426 orang masih dinyatakan hilang, sementara 261 wisatawan asing berhasil dievakuasi. Data resmi dari Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Penanggulangan Bencana Nepal (NDRRMA) menyebut, 626 korban tewas berasal dari Nepal, dengan 2.426 orang belum diketahui keberadaannya. Operasi pencarian berlangsung di sejumlah distrik terparah, termasuk Rasuwa, Nuwakot, Gorkha, Dhading, Chitwan, dan Nawalparasi East, akibat luapan Sungai Bhotekoshi dan Trishuli yang berhulu di Himalaya. Jenazah terbawa arus hingga mendekati perbatasan Nepal dengan India, sementara 320 warga negara India dilaporkan belum bisa dihubungi, ditambah sekitar 100 orang keturunan India yang kemungkinan memiliki kewarganegaraan lain. Di tengah duka, pemerintah Nepal berhasil menyelamatkan 261 wisatawan asing dari berbagai negara, termasuk India, China, Spanyol, Amerika Serikat, Rusia, Jerman, Italia, Bulgaria, dan Swiss, dengan kewarganegaraan 21 orang lainnya masih dalam verifikasi. Otoritas Nepal terus berupaya menghubungi 320 warga asing lain yang belum terdeteksi keberadaannya.















