Home Berita Olah Raga Ander Herrera Pulang Kampung ke Zaragoza, Rela Main Gratis demi Kenangan

Ander Herrera Pulang Kampung ke Zaragoza, Rela Main Gratis demi Kenangan

Sumbawanews.com,- Ander Herrera, 37, kembali ke Real Zaragoza pada musim panas 2026, rela bermain tanpa gaji demi memperkuat klub tempat ia menimba ilmu sejak usia 16 tahun. Eks gelandang Manchester United dan Paris Saint-Germain itu memilih mengakhiri karier profesionalnya di tempat ia pertama kali menjadi pemain sepak bola profesional pada musim 2008-09, meski klub yang kini berlaga di Divisi Tiga Spanyol tak mampu membayarnya sebagaimana masa kejayaannya di Eropa.

Herrera, lahir di Bilbao, bergabung dengan akademi Zaragoza pada 2001 dan menembus tim utama tiga tahun kemudian. Setelah dua musim bersama Zaragoza, ia pindah ke Athletic Bilbao pada 2010, lalu melangkah ke Manchester United pada 2014. Di Old Trafford, ia meraih Piala FA, Piala Liga Inggris, dan Liga Europa, meski gagal memenangi Premier League. Pada 2019, ia bergabung dengan Paris Saint-Germain, di mana ia mengoleksi tujuh trofi, termasuk dua gelar Liga Prancis. Ia kembali ke Athletic Bilbao pada 2022 dan memenangi Copa del Rey pada 2024, sebelum sempat berlabuh ke Boca Juniors awal 2025.

Namun, pada Juli 2026, Herrera memutuskan kembali ke Zaragoza—klub yang ia sebut sebagai “rumah pertamanya”—dengan niat tulus: bukan untuk uang, tapi untuk menutup siklus hidupnya sebagai pesepak bola. “Ini mungkin impian terakhir yang ingin saya wujudkan. Kembali ke kampung halaman, ke tempat saya tumbuh besar, tempat yang memberi saya kesempatan menjadi profesional—tidak hanya di sepak bola, namun juga sebagai pribadi,” ujarnya kepada BBC.

Ia menegaskan, gaji yang diterimanya di Zaragoza akan disumbangkan seluruhnya ke yayasan klub. “Saya tidak butuh kontrak. Karier saya sangat sukses. Saya sudah mengelola keuangan saya dengan baik.” Baginya, mengenakan seragam Zaragoza lagi, bahkan tanpa bayaran, adalah kehormatan tertinggi. “Saya bisa memberikan hadiah ini untuk diri saya sendiri. Saya merasa mendapat kehormatan bisa melakukan hal itu.”

Zaragoza, yang kini berada di papan bawah liga Spanyol setelah terdegradasi dari Segunda División, tak lagi memiliki daya beli seperti dulu. Tapi bagi Herrera, itu tak relevan. Ia datang bukan sebagai bintang, tapi sebagai putra daerah yang ingin memberi kembali. “Di Spanyol, kami menyebutnya menutup siklus.” Dan bagi Herrera, tak ada momen yang lebih bermakna daripada pulang ke tempat ia belajar mencintai sepak bola—tanpa syarat, tanpa bayaran, hanya dengan hati.

Previous articleTNI Kembali Kerahkan 248 Personel Penyuluh untuk Perkuat Penanganan Karhutla
Next articleMarco Bezzecchi Kuasai Sesinya, Duo Marquez Terpaut Sepersepuluh Detik