Home Berita Daerah Bukan Sekadar Berebut Kursi Kades, Raden Hidayat Ajak Warga Bangun Sekongkang Bawah...

Bukan Sekadar Berebut Kursi Kades, Raden Hidayat Ajak Warga Bangun Sekongkang Bawah Bersama

Sumbawa Barat, Sumbawanews.com — Semangat perubahan mulai digaungkan Raden Hidayat dalam pencalonannya pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sekongkang Bawah. Berbekal pengalaman yang pernah dijalaninya dalam pemerintahan desa, Raden kembali menyatakan kesiapan untuk mengabdikan diri dan mendorong Desa Sekongkang Bawah menuju arah pembangunan yang lebih maju dan mandiri.

Bukan sekadar menawarkan janji perubahan, Raden Hidayat menaruh perhatian serius pada potensi yang selama ini dimiliki desa, salah satunya sektor pariwisata.

Menurutnya, Sekongkang Bawah memiliki potensi wisata yang apabila dikelola secara serius, terarah dan melibatkan masyarakat, dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi desa.

“Potensi pariwisata yang kita miliki harus bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jangan sampai potensi yang ada hanya menjadi potensi, tetapi harus kita kelola sehingga mampu membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Raden Sapaan Akrab Rahmah Hidayat kepada awak media pada Jumat 28 /08/ 2026 di kediamannya.

Ia menilai pembangunan pariwisata tidak hanya berkaitan dengan destinasi, tetapi juga harus dibarengi dengan pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, peningkatan ekonomi kreatif serta penciptaan lapangan usaha bagi warga.

Namun di tengah kontestasi politik desa, Rahmad justru menekankan pentingnya menjaga persaudaraan. Ia mengajak seluruh masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai alasan untuk saling bermusuhan.

Pilkades Harus Jadi Pesta Demokrasi, Bukan Ajang Perpecahan

Raden menginginkan Pilkades Sekongkang Bawah berlangsung aman, damai dan penuh kegembiraan.

“Mari kita sama-sama menciptakan Pilkades yang damai dan riang gembira. Perbedaan pilihan adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Jangan sampai perbedaan tersebut memecah persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Desa Sekongkang Bawah,” tegas Raden.

Menurut Raden, seluruh calon memiliki tujuan yang sama, yakni membawa Desa Sekongkang Bawah menjadi lebih baik. Karena itu, kompetisi dalam Pilkades harus ditempatkan sebagai bagian dari proses demokrasi, bukan sebagai pertarungan yang meninggalkan permusuhan.

Ia juga mengingatkan bahwa siapa pun yang nantinya memperoleh mandat masyarakat harus mendapatkan dukungan bersama.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga persaudaraan dan membangun desa. Mari kita jadikan Pilkades ini sebagai pesta demokrasi yang riang gembira, tanpa saling menjatuhkan, sehingga setelah Pilkades selesai kita tetap menjadi satu keluarga besar masyarakat Sekongkang Bawah,” katanya.

Gendang Beleq Warnai Pendaftaran, Keberagaman Jadi Kekuatan

Semangat kebersamaan juga terlihat dalam prosesi pendaftaran Raden. Warga dari berbagai latar belakang turut hadir memberikan dukungan dengan menggunakann baju adat dari berbagai suku dan etnis.

Suasana semakin semarak dengan iringan gendang beleq yang dimainkan warga Sasak. Kehadiran masyarakat dari berbagai etnis dan suku membuat prosesi tersebut tidak hanya menjadi momentum politik, tetapi juga memperlihatkan wajah keberagaman masyarakat Sekongkang Bawah.

Bagi Raden, keberagaman merupakan kekuatan besar yang harus dijaga.

Menurutnya, masyarakat Sekongkang Bawah telah menunjukkan bahwa perbedaan suku, etnis maupun latar belakang tidak menjadi penghalang untuk hidup berdampingan dan membangun desa secara bersama-sama.

“Perbedaan yang kita miliki adalah kekuatan. Yang harus kita bangun adalah kebersamaan. Jangan sampai karena perbedaan pilihan dalam Pilkades, hubungan kekeluargaan yang selama ini terjaga justru rusak,” ujarnya.

Dengan mengusung semangat perubahan, pengembangan pariwisata dan penguatan persatuan masyarakat, raden berharap proses pencalonannya dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membawa Sekongkang Bawah menuju desa yang lebih maju, mandiri dan sejahtera.

Baginya, Pilkades bukan sekadar tentang siapa yang akan menjadi kepala desa, tetapi tentang bagaimana seluruh masyarakat dapat tetap bersatu setelah pesta demokrasi berakhir.

“Menang atau kalah dalam Pilkades adalah bagian dari demokrasi. Tetapi persaudaraan masyarakat Sekongkang Bawah harus tetap menjadi yang utama,” pungkasnya.

Previous articleHari Keempat Belas Penanganan Gempa NTT, TNI Salurkan 968,953 Ton Bantuan
Next articleDewa United Hajar Brisbane Roar 4-0, Target Juara Super League 2026/27 Dideklarasikan
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik