Sumbawanews.com,- Julian Alvarez tidak mengikuti sesi latihan Atletico Madrid selama dua hari berturut-turut menjelang laga tandang melawan Sevilla di Estadio Ramón Sánchez Pizjuán pada Minggu (30/8) pukul 02.30 WIB. Klub mengklaim alasan ketidakhadirannya adalah sakit, namun laporan media Spanyol mengindikasikan situasi jauh lebih kompleks—pemain asal Argentina itu tengah menghadapi dilema masa depan, dengan keinginan kuat untuk hengkang ke Barcelona, sementara Atletico menolak menjualnya.
Meski Atletico masih mempertahankan posisi bahwa Alvarez sakit, fakta bahwa ia absen dua hari berturut-turut dalam persiapan laga krusial—di mana tim sedang membutuhkan kekuatan serangnya—membuat spekulasi tentang ketegangan antara pemain dan klub semakin menguat. Alexander Sorloth yang masih cedera memperparah kebutuhan akan kehadiran Alvarez, namun keputusannya untuk tidak berlatih menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pengamat.
Atletico Madrid tetap bersikeras tidak melepaskan Alvarez, meski sang pemain jelas menginginkan transfer ke Barcelona. Untuk mendatangkannya, Barca harus membayar klausul pelepasan sebesar 500 juta euro (Rp10,3 triliun), sebuah angka yang menjadi penghalang besar. Sementara itu, Arsenal terus memantau perkembangan ini dan disebut siap menjadi alternatif tujuan bagi Alvarez jika kesepakatan dengan Barcelona gagal terwujud.
Dinamika ini memperburuk hubungan yang sudah tampak renggang antara Alvarez dan manajemen Atletico, terutama setelah pelatih Diego Simeone tidak bisa mengandalkannya dalam persiapan laga penting melawan tim yang sedang memimpin klasemen La Liga. Dengan waktu transfer semakin sempit, tekanan untuk menyelesaikan masa depan Alvarez semakin meningkat—baik bagi klub, pemain, maupun calon peminat lainnya.















