Sumbawanews.com,- Pemerintah Bangladesh secara resmi memilih jet tempur Chengdu J-10CE buatan China sebagai bagian dari upaya modernisasi angkatan udaranya, mengalahkan tawaran jet tempur canggih dari Prancis dan Eropa seperti Rafale dan Eurofighter Typhoon. Keputusan ini diumumkan oleh Penasihat Informasi Perdana Menteri Zahed Ur Rahman di Dhaka pada Selasa, 25 Agustus 2026, menyusul draf perjanjian yang telah diajukan ke Divisi Angkatan Bersenjata dan kementerian terkait untuk persetujuan.
Rahman menekankan bahwa kinerja J-10CE dalam konflik India-Pakistan awal Mei 2025 menjadi faktor penentu, khususnya klaim bahwa pesawat tersebut mampu menembak jatuh jet Rafale milik India. Ia menilai pengalaman tempur nyata ini memberikan bukti operasional yang tak bisa diabaikan. Selain itu, J-10CE dianggap lebih terjangkau dibanding pesaingnya, sekaligus memenuhi kebutuhan Bangladesh akan pesawat tempur multiperan generasi keempat untuk misi udara-ke-udara dan udara-ke-darat.
Pembelian J-10CE juga menjadi bagian dari rencana lebih luas untuk memperkuat armada udara Bangladesh dengan helikopter serang, helikopter VIP, dan sistem drone. Jika pendanaan tersedia, pengadaan ini bisa diselesaikan dalam tahun fiskal berjalan atau tahun berikutnya.















