Sumbawanews.com,- Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) dan Asosiasi Internet of Things Indonesia (ASIOTI) menandatangani Nota Kesepahaman dalam forum BATIC 2026 di Bali, Rabu (26/8/2026), untuk mengintegrasikan infrastruktur satelit dengan perangkat cerdas IoT guna mengatasi keterbatasan jaringan terestrial di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kolaborasi ini bertujuan memperluas akses konektivitas real-time untuk sektor pertanian, maritim, dan logistik, sekaligus menjadikan satelit sebagai tulang punggung utama ekspansi ekonomi digital, bukan sekadar cadangan. Dewan Pengawas ASSI, Budi Satria Dharma Purba, menekankan bahwa integrasi ini menghilangkan hambatan biaya tinggi pembangunan kabel optik di daerah terpencil, sementara Ketua Umum ASIOTI, Faizal Rochmad Djoemadi, menegaskan bahwa solusi end-to-end yang andal menjadi kebutuhan mendesak pasar otomatisasi industri. Kedua asosiasi juga merumuskan tiga pilar strategis: interoperabilitas sistem satelit-IoT, keamanan siber end-to-end untuk data vital nasional, dan pemberdayaan talenta digital melalui program alih pengetahuan dan inkubasi, demi mencetak generasi insinyur yang mampu memimpin kemandirian teknologi nasional.















