Sumbawanews.com,- Ansu Fati secara resmi meninggalkan Barcelona setelah AS Monaco mengaktifkan klausul pembelian permanen senilai 11 juta euro, mengakhiri perjalanan karier di Camp Nou yang terganggu cedera berkepanjangan. Pemain berusia 23 tahun itu sebelumnya dipinjamkan ke Brighton dan kemudian ke Monaco, sebelum akhirnya memutuskan untuk berpamitan selamanya dari klub yang melahirkannya dari akademi La Masia. Meski menyimpan kesedihan mendalam saat meninggalkan Barcelona, Fati menegaskan tidak menyimpan dendam atas segala yang terjadi.
Fati, yang dulu digadang-gadang sebagai penerus Lionel Messi, harus berjuang melawan serangkaian cedera serius selama di Barcelona, termasuk robeknya meniskus lutut kiri pada November 2020 dan beberapa kali cedera hamstring kiri pada 2021 hingga 2022. Cedera-cedera itu membuatnya sering absen dalam jangka waktu panjang, menghambat perkembangan karier di level tertinggi. Meski begitu, ia memilih menerima kenyataan dengan tenang. “Ya, saya kena banyak cedera. Tapi inilah hidup dan saya menerima semua kenyataannya,” ujar Fati dalam wawancara dengan AS.
Ia mengakui bahwa hari pertama ia didepak dari Barcelona lewat pinjaman adalah salah satu hari paling sedih dalam hidupnya. Namun, ia tak ingin terjebak dalam kenangan pahit. “Saya sedih harus meninggalkan Barcelona karena banyak teman di sana. Saya kini harus bekerja keras dan menatap ke depan,” tambahnya. Kini, dengan kontrak empat tahun bersama AS Monaco, Fati berkomitmen untuk bangkit kembali dan bermain sebanyak mungkin, menutup babak lama demi memulai yang baru.
Dengan keputusan ini, Barcelona resmi melepaskan salah satu putra terbaik akademi mereka yang tak bisa sepenuhnya menunjukkan potensi penuhnya karena nasib cedera. Sementara itu, Fati siap membuktikan dirinya di Ligue 1, tanpa beban masa lalu.










