Sumbawanews.com,- Manajer Manchester City, Enzo Maresca, mengakui bahwa dirinya pasti akan selalu dibandingkan dengan Pep Guardiola, terutama setelah 10 laga pertama di kompetisi resmi. Pernyataan itu ia sampaikan selama tur pramusim timnya di Seoul, Korea Selatan, pada Agustus 2026, meski ia sudah menyadari tekanan ini sejak resmi ditunjuk sebagai pengganti Guardiola pada akhir Juli lalu.
Maresca, yang sebelumnya menjadi asisten Guardiola di musim 2022-23 ketika City meraih treble, mengaku pernah mengunjungi markas City saat kosong untuk memahami filosofi yang ditinggalkan sang legenda. “Dia berada di sini selama 10 tahun, jadi itu bermanfaat bagi saya. Terkadang saya suka datang saat tempat itu kosong untuk melihat segala sesuatunya sendiri,” ujarnya, dikutip The Athletic. Ia menekankan bahwa meski orang-orang akan membandingkan pencapaian timnya setelah 10 laga dengan catatan Guardiola—entah itu 10, 20, atau 30 poin—itu adalah kenyataan yang tak bisa dihindari.
Namun, ia menolak merasa tertekan. “Hal itu tidak memberi tekanan pada saya. Sudah berkali-kali saya katakan, baik saat masih di Leicester maupun di Chelsea, bahwa dia adalah manajer terbaik di dunia dalam 15 atau 20 tahun terakhir.” Maresca menambahkan bahwa Guardiola telah mengubah cara sepak bola dimainkan di setiap negara yang ia datangi—dari Barcelona ke Bayern, lalu ke City—dan kini giliran ia yang harus membawa warisan itu ke depan.
Ia menyebut tugas menggantikan Guardiola mungkin terdengar mustahil, tapi sekaligus menjadi kehormatan besar. Maresca akan memulai debut kompetitifnya sebagai pelatih City dalam laga Community Shield melawan Arsenal pada 16 Agustus 2026, mengambil alih tim yang telah meraih 20 trofi selama dekade Guardiola: enam gelar Premier League, tiga Piala FA, lima Piala Liga, satu Liga Champions, tiga Community Shield, satu Piala Super Eropa, dan satu Piala Dunia Antarklub.









