Sumbawanews.com,- Persib Bandung kembali terkena sanksi registrasi FIFA, yang menghentikan sementara pendaftaran pemain baru, menyusul sengketa yang belum terselesaikan dengan mantan pelatihnya, Robert Rene Alberts, sejak 2022. Sanksi ini berpotensi berlangsung selama tiga periode transfer jika tidak segera dicabut. Presiden Direktur I.League, Ferry Paulus, menyatakan sanksi tersebut masih bisa dihapus jika klub menyelesaikan persoalan administratif dengan Alberts melalui mekanisme resmi. Manajemen Persib menegaskan akan mengambil langkah cepat dan sesuai prosedur untuk menuntaskan kasus ini, sambil tetap melanjutkan persiapan musim kompetisi 2026-2027.
Ferry Paulus mengungkapkan bahwa pihaknya baru menerima informasi resmi dari PSSI pada Selasa (11/8/2026), lalu langsung mengonfirmasi ke manajemen Persib. Menurutnya, sengketa ini meski sudah berlangsung lama, tidak terlalu kompleks dan diyakini akan selesai dalam waktu dekat. Ia menekankan bahwa FIFA secara jelas menyatakan setiap sanksi registrasi bisa dicabut setelah penyelesaian tuntas, baik melalui pembayaran maupun kesepakatan hukum.
PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) pun menyatakan komitmen penuh untuk mematuhi semua keputusan regulator, termasuk FIFA. Dalam pernyataan resminya, manajemen klub menegaskan bahwa penyelesaian kasus ini menjadi prioritas utama dan akan dilakukan melalui jalur hukum yang berlaku, sebagaimana yang pernah mereka lakukan pada kasus sengketa dengan mantan pemain Daisuke Sato pada 2023—yang berhasil diselesaikan pada 23 Juli 2026.
Meski terkena sanksi, operasional tim tetap berjalan normal. Seluruh pemain baru telah diproses untuk registrasi kompetisi, dan persiapan menghadapi musim 2026-2027 tidak terganggu. Manajemen meminta para bobotoh tetap tenang, karena semua langkah teknis dan administratif terus berjalan sesuai ketentuan. Persib juga masih menanti jadwal drawing AFC Champions League 2 2026-2027, di mana mereka berpotensi menghadapi tiga tim dari Asia Tenggara di fase grup.
Sanksi ini merupakan yang kedua kalinya bagi Persib dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, setelah sebelumnya terkena larangan serupa pada 29 Mei 2026 akibat masalah dengan Daisuke Sato. Namun, keberhasilan menyelesaikan kasus itu menjadi indikator bahwa penyelesaian kali ini juga mungkin tercapai dalam waktu singkat.















