Sumbawanews.com,- Militer Amerika Serikat resmi mengaktifkan kembali blokade maritim di Selat Hormuz pada 14 Juli 2026, pukul 16.00 waktu Timur AS (03.00 WIB). Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa operasi ini menargetkan semua kapal yang berlayar menuju atau dari pelabuhan Iran, sementara lalu lintas internasional tetap diperbolehkan. Sebelum blokade diberlakukan, pasukan AS melancarkan serangan tambahan terhadap target-target di Iran. Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut lebih dari 20 kapal perang dan ratusan pesawat militer tengah beroperasi di kawasan Timur Tengah dalam keadaan siaga penuh. Presiden Donald Trump sebelumnya menegaskan dalam unggahan di Truth Social bahwa blokade akan bersifat penuh, namun hanya berlaku untuk kapal yang terkait dengan Iran atau membawa kargo dari negara tersebut.















