Sumbawanews.com,- Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengaku merasa senang melihat kehancuran yang meluas di Jalur Gaza. Pernyataan itu ia sampaikan saat meninjau wilayah Gaza Utara pada Senin, 13 Juli 2026, dalam kunjungan yang disiarkan langsung oleh Channel 14 Israel. Katz menyebut kondisi tersebut sebagai hasil dari kebijakan sengaja untuk menghilangkan ancaman, dan menegaskan bahwa Israel telah meninggalkan strategi penyerbuan sementara demi pendudukan permanen. Ia menjawab pertanyaan tentang perasaannya terhadap pemandangan runtuhnya kota itu dengan pertanyaan retoris: “Perasaan yang menyenangkan, bukan?”
Katz mengungkapkan rencana mendirikan tiga pos Nahal—kompleks militer yang berfungsi sebagai fondasi permukiman sipil—di lokasi-lokasi yang sebelumnya menjadi pos serupa di Gaza Utara sebelum penarikan pasukan Israel tahun 2005. Menurutnya, keberadaan pos-pos itu diperlukan demi alasan keamanan dan untuk memperkuat kendali Israel atas wilayah tersebut, sekaligus memberi perlindungan bagi komunitas di sekitar Gaza di masa mendatang.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 173.000 orang lainnya. Seluruh penduduk Gaza telah terpaksa mengungsi, dan sebagian besar infrastruktur wilayah itu telah hancur total.















