Sumbawanews.com,- Tim Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA) Amerika Serikat menyelesaikan misi investigasi di Pulau Biak, Papua, pada 20–23 Juli 2026, untuk mencari jejak dan sisa-sisa personel militer AS yang hilang selama Pertempuran Biak tahun 1944. Dalam misi ini, tim yang didampingi perwakilan Kantor Atase Pertahanan Kedutaan Besar AS di Jakarta melakukan survei lapangan, menghimpun sejarah lisan dari warga setempat, dan bertemu dengan para tetua desa untuk membangun kepercayaan. Misi ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Indonesia dan AS yang ditandatangani pada 13 April 2026.
Tim DPAA, yang dipimpin oleh Wakil Direktur untuk kawasan Indo-Pasifik Letnan Kolonel Korps Marinir AS Jeremy Smith, juga bertemu dengan Panglima Komando Operasi Udara III TNI Angkatan Udara Marsekal Muda TNI Azhar Aditama. Dalam pertemuan tersebut, tim menyerahkan surat penghargaan dan plakat resmi atas dukungan Indonesia dalam penyerahan artefak bersejarah dan kemungkinan jenazah warga negara AS. Selain itu, tim mengunjungi Sekolah di Desa Parai, memberikan presentasi interaktif kepada siswa tentang sejarah Pertempuran Biak dan misi kemanusiaan DPAA, serta membagikan bola sepak dan permen kepada anak-anak.
Smith, yang memiliki hubungan pribadi dengan misi ini—paman buyutnya, Sersan Teknis Henry “Buddy” Daugherty, tewas dalam kecelakaan pesawat C-47 di Biak pada 27 September 1944—menyatakan bahwa berdiri di tempat paman buyutnya gugur adalah kehormatan seumur hidup. “Ini adalah janji bangsa kami: tidak pernah meninggalkan mereka yang gugur,” ujarnya. Tim juga melakukan kunjungan resmi ke tugu peringatan Perang Dunia II di Biak sebagai bentuk penghormatan.
Informasi lebih lanjut tentang misi DPAA tersedia di situs resmi www.dpaa.mil.















