Home Berita Fraksi PAN Lontarkan Berbagai Pertanyaan Kritis

Fraksi PAN Lontarkan Berbagai Pertanyaan Kritis

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Marliaten, Juru bicara Fraksi PAN dalam menyampaikan Pemandangan Umum Fraksi Partai Amanat Nasional DPRD Kabupaten Sumbawa Tentang Penjelasan Bupati Sumbawa Terhadap Rancangan Peraturan Daerah Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Kamis (09/07) mengatakan, ukuran keberhasilan APBD bukan semata-mata karena angka-angkanya tersusun rapi. Dan bukan semata-mata karena laporan keuangannya memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian.

Baca Juga: SILPA APBD 2025 Rp201 Miliar Lebih

“Melainkan, apakah rakyat benar-benar merasakan manfaatnya? karena sesungguhnya, rakyat tidak hidup dari opini WTP. rakyat hidup dari jalan yang baik. dari pelayanan kesehatan yang mudah. dari sekolah yang layak. dari harga kebutuhan pokok yang terjangkau. dari kesempatan kerja. dan dari pemerintah yang hadir ketika rakyat mengalami kesulitan,” ucap dia.

Dikatakan, Fraksi PAN mengapresiasi pendapatan daerah memang melampaui target. “Namun, fraksi PAN ingin bertanya. apakah peningkatan itu lahir karena daerah semakin mandiri? ataukah, karena kita masih bergantung pada dana transfer pemerintah pusat?,” tanyanya.

Menurutnya, jika PAD belum menjadi tulang punggung fiskal, maka pekerjaan rumah masih panjang. Sebab daerah yang kuat, bukan daerah yang banyak menerima. tetapi daerah yang mampu berdiri di atas kekuatannya sendiri.

Fraksi PAN juga mempertanyakan Silpa yang cukup besar sementara masih banyak jalan yang rusak, masyarakat masih menunggu pelayanan yang lebih baik. “Bukankah setiap rupiah apbd adalah uang rakyat? bukankah setiap rupiah yang tidak dimanfaatkan berarti ada hak masyarakat yang belum terpenuhi?,” tanya dia lagi, juga menambahkan, APBD tidak boleh hanya selesai di atas kertas. tetapi harus selesai di tengah masyarakat.

Fraksi partai amanat nasional juga menyampaikan beberapa catatan strategis terhadap kondisi aktual yang sedang dihadapi masyarakat kabupaten sumbawa, antara lain tentang keberadaan gas. “mengapa sampai hari ini masyarakat masih harus berkeliling mencari tabung gas? mengapa harga di tingkat pengecer masih jauh di atas harga eceran tertinggi? kalau satgas sudah bekerja, mengapa masyarakat masih mengeluh?,” tanyanya, juga mengatakan, pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab dengan tindakan nyata. karena masyarakat tidak membutuhkan penjelasan. masyarakat membutuhkan kepastian. (Using)

 

Previous articlePrancis vs Maroko: Duel Sejarah di Perempat Final Piala Dunia 2026
Next articleFraksi Gelora: WTP Bukan Indikator Keberhasilan, Rakyat Tidak Makan Angka
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik