Sumbawanews.com,- Liga basket tertinggi di Indonesia, IBL, kembali mencatat sejarah dengan lahirnya juara baru pada musim 2026. Bogor Hornbills, tim yang baru berdiri pada 2021 dan baru resmi menggunakan nama tersebut pada November 2025, mengukir nama mereka di puncak sejarah setelah mengalahkan Pelita Jaya Jakarta dengan skor 64–61 dalam laga penentuan final, Minggu, 28 Juni 2026, di PJ Arena. Kemenangan itu mengantarkan Hornbills meraih trofi pertama mereka, sekaligus menjadi tim kelima yang meraih gelar juara dalam lima musim terakhir.
Musim demi musim, tak ada tim yang mampu mempertahankan gelar. Pada 2022, Satria Muda menjadi juara, diikuti oleh Prawira Bandung pada 2023. Pelita Jaya pun bangkit pada 2024, sementara Dewa United mengejutkan semua pihak dengan gelar perdana mereka pada 2025. Kini, dengan kemenangan Bogor Hornbills, IBL kembali membuktikan bahwa kompetisi di liga ini semakin merata dan tak lagi dikuasai oleh satu atau dua tim besar.
Kehadiran Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di tengah keramaian final menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap perkembangan basket nasional. Dalam sambutannya usai pertandingan, Thohir memuji dinamika persaingan yang tercipta. “Selamat kepada Bogor Hornbills. Juara baru ini lahir karena kompetisi yang sangat ketat. Pelita Jaya pun luar biasa—mereka mengalahkan juara bertahan, Dewa United, sebelum akhirnya kalah,” ujar Thohir.
Ia menilai, semakin banyak tim dari berbagai daerah yang mampu bersaing di level tertinggi, semakin besar pula peluang tim nasional untuk berkembang. “Liga yang sehat akan melahirkan pemain-pemain berkualitas. Saya apresiasi IBL dan Perbasi karena menjaga kualitas kompetisi, sejajar dengan liga sepak bola. Mudah-mudahan, ini jadi fondasi kuat bagi timnas basket kita,” tambahnya.
Sekretaris Jenderal Perbasi Nirmala Dewi menambahkan, keberhasilan Hornbills dan Dewa United menjadi insentif bagi daerah-daerah lain untuk berinvestasi dalam basket profesional. “Ini adalah sinyal kuat bahwa basket bukan lagi monopoli kota besar. Ketika tim dari Bogor bisa juara, maka daerah lain akan tergerak untuk mengejar mimpi yang sama. Ini akan memperluas basis atlet dan memperkuat sistem pembinaan sejak usia dini,” ujar Nirmala.
Dengan lahirnya juara baru setiap tahun, IBL bukan hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga cermin dari perkembangan ekosistem olahraga nasional yang semakin inklusif dan dinamis. Di tengah tumbuhnya minat masyarakat terhadap basket, momentum ini menjadi titik balik yang mungkin akan mengubah peta kekuatan olahraga di Indonesia.















