Sumbawanews.com,- Di tengah tekanan setelah kekalahan mengejutkan dari Ekuador di laga terakhir fase grup, pelatih Jerman Julian Nagelsmann menegaskan bahwa pertandingan melawan Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026 bukanlah ajang untuk membuktikan diri. Baginya, fokus utama adalah kesuksesan tim, bukan citra pribadi.
Laga yang berlangsung di Gillette Stadium, Foxborough, pada Selasa (30/6/2026) dini hari WIB, menjadi penantian pertama Die Mannschaft di fase gugur sejak 2014. Dua edisi terakhir—2018 dan 2022—berakhir dengan kegagalan di fase grup, membuat ekspektasi terhadap tim asuhan Nagelsmann semakin berat. Meski berhasil finis juara Grup E dengan enam poin dari tiga laga, kekalahan 1-2 dari Ekuador mengguncang kepercayaan publik dan memicu spekulasi tentang kesiapan tim.
Namun, Nagelsmann menolak membiarkan tekanan itu mengalir ke ruang ganti. “Ini soal tim dan sukses. Kami ingin membawa atmosfer positif yang sudah kami bangun bersama ke lapangan,” ujarnya, seperti dikutip dari Reuters. “Saya tidak merasa punya tanggung jawab untuk membuktikan diri kepada siapa pun. Tugas saya adalah membantu para pemain dan mempersiapkan mereka sebaik mungkin.”
Kesuksesan Jerman di fase grup tak lepas dari sembilan kemenangan beruntun dalam laga persahabatan sebelum turnamen, termasuk kemenangan telak 7-1 atas Curacao dan kemenangan atas Pantai Gading. Namun, kekalahan dari Ekuador—yang mengakhiri rekor tak terkalahkan—menjadi titik balik yang memaksa tim untuk mengevaluasi ulang strategi, terutama di lini belakang.
Paraguay, yang lolos sebagai runner-up Grup D, dikenal tangguh dalam pertahanan dan efisien dalam serangan balik. Mereka mengakhiri fase grup dengan satu kemenangan, satu seri, dan satu kekalahan, sama seperti Jerman dalam hal poin. Kedua tim sama-sama mengandalkan kedisiplinan taktis, membuat laga ini diprediksi sebagai pertarungan fisik dan mental yang sengit.
Nagelsmann, yang kini memimpin tim nasional Jerman setelah sukses membawa Bayern Munich menjuarai Bundesliga dan mencapai semifinal Liga Champions, menolak menjadikan pertandingan ini sebagai ujian personal. “Pemain-pemain saya yang akan bermain di lapangan. Mereka yang akan menentukan hasil. Saya hanya berada di sisi lain untuk mendukung mereka,” tambahnya.
Dengan keberadaan bintang-bintang seperti Jamal Musiala, Kai Havertz, dan İlkay Gündoğan yang tengah membaik formanya, Jerman diyakini memiliki kekuatan menyerang yang mampu menembus pertahanan Paraguay. Namun, keberhasilan tim akan ditentukan oleh kemampuan mereka mengendalikan ritme, menjaga fokus, dan mengubah tekanan menjadi energi—bukan sebaliknya.
Pertandingan ini bukan hanya soal melanjutkan perjalanan di Piala Dunia. Ini adalah momen untuk membuktikan bahwa Jerman, meski pernah jatuh, masih punya jiwa juara yang tak mudah tergoyahkan. Dan Nagelsmann, dengan tenang, memilih untuk membiarkan lapangan yang berbicara.















