Home Berita Olah Raga Park Ji-sung Bongkar Akar Keterpurukan Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2026

Park Ji-sung Bongkar Akar Keterpurukan Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Timnas Korea Selatan terpuruk setelah kalah 0-1 dari Afrika Selatan dalam laga terakhir Grup A Piala Dunia 2026 di Monterrey, Jumat, 26 Juni 2026. Kekalahan ini menggagalkan mereka lolos langsung ke babak 32 besar, dan kini hanya bertahan dalam harapan tipis sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Dalam kecaman yang langka dan tajam, legenda sepak bola negara itu, Park Ji-sung, tidak sekadar mengkritik kinerja pelatih Hong Myung-bo, tapi menuding sistem pembinaan jangka panjang sebagai akar penyebab kemunduran.

“Kami belum tersingkir, tetapi catatan satu menang, dua kalah ini akan membuat kami gugur di Piala Dunia Qatar 2022,” kata Park dalam pernyataannya yang dikutip Sports Seoul. “Mungkin kami bisa lolos sebagai wild card, tapi apakah kami benar-benar mampu tampil baik bahkan di fase itu? Saya ragu.”

Park, mantan bintang Manchester United yang dikenal karena disiplin dan semangat tempurnya, menilai kegagalan ini bukan sekadar kesalahan taktis atau kekurangan individu. Ia menyoroti kekosongan struktural dalam manajemen sepak bola nasional. “Masalahnya bukan hanya di bangku pelatih. Ini soal organisasi yang memimpin sepak bola Korea selama bertahun-tahun,” ujarnya tegas.

Ia secara eksplisit mengaitkan krisis ini dengan masa kepengurusan panjang mantan presiden Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA), Chung Mong-kyu, yang memimpin selama lebih dari satu dekade. Menurut Park, perubahan besar tidak bisa terjadi dalam semalam. “Jin tidak bisa muncul seperti sihir dalam sekejap dan mengubah segalanya. Bukan hanya 10 tahun terakhir yang seperti ini; sudah seperti ini sejak lama.”

Dengan hasil itu, Korea Selatan kini berada di peringkat ketiga Grup A, tertinggal dari Afrika Selatan dan Norwegia. Nasib mereka bergantung pada hasil pertandingan di grup lain, dengan sejumlah tim seperti Swedia, Ekuador, Paraguay, Iran, dan Kroasia bersaing ketat untuk empat slot terbaik peringkat ketiga. Di tengah kegagalan ini, kritik Park menjadi semacam lonceng peringatan dari dalam—bukan sekadar dari luar—yang menuntut evaluasi mendalam, bukan hanya sekadar rotasi pelatih atau perubahan skuad.

Dengan Son Heung-min yang masih menjadi satu-satunya cahaya di lini depan, dan generasi muda yang belum mampu menggantikan para legenda, Korea Selatan kini berdiri di persimpangan: apakah akan terus berpegang pada warisan masa lalu, atau mulai membangun fondasi baru—sebelum waktu benar-benar habis.

Previous articlePortugal vs Kolombia: Duel Juara Grup K di Piala Dunia 2026
Next articleMessi Dipulangkan, Argentina Istirahatkan Bintang Lawan Yordania