Sumbawanews.com,- Bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, berada di tengah badai konflik dengan FC Twente setelah tidak hadir dalam sesi latihan pramusim klub asal Belanda itu, meski kontraknya masih berlaku hingga Mei 2027. Pemain berusia 25 tahun itu justru terlihat berlatih individu di Amsterdam bersama mantan rekan tim Ajax, Donny van de Beek, sambil memulihkan cedera lutut. Lebih dari itu, ia juga terfoto mengenakan perlengkapan latihan Feyenoord—memperkuat spekulasi tentang minat klub besar tersebut terhadap dirinya.
Klub yang bermarkas di Enschede itu marah. Hilgers, meski tengah berada di Indonesia untuk menjalani pemulihan dan mungkin membantu Timnas, tetap dianggap sebagai pemain aktif FC Twente. Kontraknya, yang semestinya berakhir pada Mei 2026, otomatis diperpanjang satu tahun karena klausul pemberhentian tidak dieksekusi dalam batas waktu yang ditentukan. Artinya, ia berkewajiban untuk melapor dan mengikuti semua agenda klub, termasuk latihan pramusim.
Organisasi pengusaha sepak bola profesional Belanda (FBO) menegaskan bahwa posisi Hilgers secara hukum lemah. Dalam perjanjian kerja kolektif sepak bola Belanda, kewajiban untuk hadir dan patuh pada instruksi klub adalah hal mutlak. “Pemain tidak punya posisi kuat jika membiarkan masalah ini sampai ke arbitrase,” demikian pernyataan FBO, seperti dikutip Voetbal Primeur.
Jika tidak segera menyelesaikan masalah ini, FC Twente berhak mengambil langkah tegas: mulai dari denda, penghentian sementara pembayaran gaji, hingga pemecatan. Pelanggaran ini bisa berujung pada tuntutan hukum dan sanksi olahraga dari federasi. FBO menambahkan bahwa kasus semacam ini memang bukan yang pertama di Belanda—tetapi biasanya diselesaikan secara damai sebelum mencapai tahap hukum.
Sementara itu, Hilgers belum memberikan pernyataan resmi mengenai ketidakhadirannya. Kebuntuan ini tidak hanya berdampak pada hubungan dengan klub, tetapi juga memperumit posisinya di timnas. Pelatih John Herdman mungkin kesulitan mengandalkan bek berdarah Indonesia-Belanda itu di ajang mendatang, jika ia terus terperangkap dalam konflik kontrak dan disiplin klub.
Dalam dunia sepak bola profesional, loyalitas dan kedisiplinan tetap menjadi harga mati—dan Hilgers kini tengah menguji batasnya.















