Sumbawanews.com,- Peluang Timnas Korea Selatan untuk melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya sirna, meski jalan menuju fase gugur kini terasa semakin sempit. Hasil imbang 1-1 antara Mesir dan Iran pada laga terakhir Grup G, Sabtu (27/6/2026), menghapus harapan Taeguk Warriors untuk menyalip peringkat ketiga grup tersebut, sekaligus memperketat persaingan di antara tim-tim peringkat ketiga terbaik.
Hingga akhir laga-laga terakhir, Korea Selatan berada di posisi kedelapan dalam klasemen tim peringkat ketiga terbaik, dengan tiga poin dan selisih gol minus satu—sama dengan Kroasia, yang masih memiliki satu pertandingan tersisa. Menurut simulasi The Athletic, peluang mereka untuk lolos kini berada di angka 44 persen.
Nasib Korea Selatan kini bergantung pada dua hasil dari tiga laga penentu di Grup J, K, dan L. Pertama, di Grup J, Austria harus menang atas Aljazair, atau Aljazair menang dengan selisih minimal dua gol. Saat ini, Austria dan Aljazair sama-sama mengoleksi tiga poin, tetapi Austria unggul dalam selisih gol (nol dibanding minus dua).
Kedua, di Grup K, Uzbekistan—yang masih tanpa poin—harus menghindari kekalahan saat menghadapi Republik Demokratik Kongo. Jika RD Kongo menang, mereka akan menggeser Korea Selatan dalam peringkat tim peringkat ketiga terbaik, mengingat kedua tim kini sama-sama memiliki tiga poin, namun RD Kongo unggul selisih gol.
Kemenangan Korea Selatan atas Uruguay dan hasil imbang melawan Ghana di fase grup tidak cukup untuk menjamin kelolosan tanpa bantuan hasil laga lain. Son Heung-min dan kawan-kawan kini menunggu hasil pertandingan di Aljazair dan Kongo, sambil berharap keajaiban bisa terjadi.
Dengan hanya dua skenario yang bisa menyelamatkan ambisi mereka, Taeguk Warriors berdiri di ambang batas antara kebangkitan dan kegagalan—dalam satu hari yang menentukan sejarah mereka di Piala Dunia 2026.















