Home Berita Olah Raga Lukaku Pecah Telur, Selamatkan Asa Belgia di Piala Dunia 2026

Lukaku Pecah Telur, Selamatkan Asa Belgia di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Belgia meraih kemenangan meyakinkan 5-1 atas Selandia Baru dalam laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026 di Stadion BC Place, Vancouver, pada Sabtu, 27 Juni 2026. Kemenangan ini mengantarkan The Red Devils finis teratas dengan lima poin, sekaligus menghidupkan harapan tim ini di babak 32 besar. Namun, sorotan utama jatuh pada Romelu Lukaku—penyerang yang akhirnya mencetak gol pertamanya di turnamen ini, setelah sebelumnya gagal menembus jaring dalam dua laga sebelumnya.

Gol Lukaku, yang tercipta di menit ke-67, bukan sekadar angka. Ia menjadi simbol ketahanan mental seorang penyerang yang sebelumnya diragukan kebugarannya akibat cedera hamstring serius. Gol itu datang dari tembakan keras setelah umpan silang Leandro Trossard, memecah kebuntuan Belgia yang sempat terlihat kaku di babak pertama. Trossard sendiri mencatatkan brace, sementara Kevin De Bruyne dan Alexis Saelemaekers menambahkan gol-gol lainnya untuk menutup kemenangan telak.

Pencapaian Lukaku langsung mendapat apresiasi luas dari kalangan legenda sepak bola. Dion Dublin, mantan penyerang Manchester United, menilai gol itu sebagai bukti ketahanan psikologis yang luar biasa. “Dia tidak dalam kondisi terbaik, bahkan tidak sedang bermain di level puncaknya. Tapi dia tetap mencetak gol. Itu menunjukkan kualitas mental seorang penyerang sejati,” ujar Dublin dalam wawancara dengan BBC.

Sejak diguyur kritik usai kekalahan 1-2 dari Mesir dan hasil imbang 1-1 melawan Iran, Lukaku menjadi simbol tekanan bagi Belgia—tim yang kini berada di ambang akhir era generasi emasnya. Kehadiran De Bruyne, Hazard, dan komplotan pemain tua lainnya semakin terbatas, sehingga peran Lukaku sebagai ujung tombak tak lagi sekadar strategis, tapi nyaris eksistensial.

Belgia kini menanti lawan di babak 32 besar, yang akan dijadwalkan berlangsung di Stadion Lumen Field, Seattle, pada 1 Juli 2026. Dengan kemenangan ini, Belgia mengakhiri fase grup tanpa kekalahan—dua imbang dan satu menang—dan membuktikan bahwa di balik kekacauan taktis, masih ada sosok yang mampu menuntaskan tugas paling mendasar: mencetak gol saat dibutuhkan.

Bukan sekadar pecah telur. Ini adalah pernyataan bahwa meski zaman berubah, kehandalan sejati tak pernah benar-benar mati.

Previous articleKorea Selatan Masih Punya Harapan Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Next articleIni Profil AKBP Rendy Andy Julikhlas, S.H., S.I.K. Kapolres KSB yang Baru