Sumbawanews.com,- Pemerintah Amerika Serikat resmi mencabut larangan penggunaan Claude Mythos 5, model kecerdasan buatan paling canggih buatan Anthropic, dua pekan setelahnya diblokir total. Akses kembali dibuka, namun hanya untuk 100 organisasi yang menjalankan infrastruktur kritis nasional—termasuk lembaga pemerintah, perusahaan pertahanan, dan mitra Program Project Glasswing seperti Cisco serta JPMorgan Chase.
Keputusan ini diumumkan Anthropic melalui akun X pada 26 Juni 2026, menyusul kerja sama intensif dengan Departemen Perdagangan AS dan Kantor Direktur Siber Nasional. Dalam surat resmi yang dikirim Menteri Perdagangan Howard Lutnick, pemerintah menyatakan bahwa “perlindungan memadai telah terpenuhi” untuk memulihkan akses terbatas terhadap model AI berkekuatan tinggi tersebut.
Sebelumnya, pada 12 Juni, pemerintahan Donald Trump memerintahkan penarikan total Claude Mythos 5 dan Fable 5 dari semua platform, termasuk larangan akses bagi karyawan Anthropic yang bukan warga negara AS. Langkah itu diambil setelah para peneliti keamanan berhasil mengeksploitasi celah pada sistem perlindungan bawaan model, mengkhawatirkan potensi penyalahgunaan oleh aktor luar negeri, terutama dari China dan Rusia.
Claude Mythos 5, yang pertama kali diperkenalkan April 2026, dikenal sebagai “titik balik” dalam keamanan siber. Model ini mampu secara mandiri mendeteksi ratusan kerentanan kritis di sistem operasi dan perangkat lunak—termasuk celah berusia 27 tahun di OpenBSD dan 16 tahun di FFmpeg. Kemampuannya yang luar biasa membuatnya menjadi senjata ampuh untuk pertahanan siber, sekaligus ancaman jika jatuh ke tangan yang salah.
Meski akses kembali dibuka, tidak ada perubahan pada larangan akses global terhadap Fable 5—versi yang lebih terbatas namun tetap kuat, yang baru diluncurkan pada 9 Juni dan langsung ditarik tiga hari kemudian. Kedua model tetap tidak tersedia untuk publik maupun pengguna luar AS, termasuk karyawan asing Anthropic.
Anthropic mengaku tidak sepenuhnya setuju dengan keputusan pemblokiran awal, menilai bahwa temuan potensi jailbreak seharusnya tidak serta-merta menghentikan inovasi AI. Namun, perusahaan tetap mematuhi perintah pemerintah dan telah menyerahkan tim ilmuwan terbaiknya ke Washington D.C. selama dua pekan terakhir untuk memperkuat sistem keamanan dan memenuhi syarat regulasi.
Perusahaan menegaskan, tidak ada sistem AI yang benar-benar kebal. Namun, mereka telah menerapkan lapisan keamanan berlapis dan pemantauan real-time untuk mencegah penyalahgunaan. Sementara itu, model AI Claude reguler tetap beroperasi normal bagi pengguna umum, baik gratis maupun berlangganan.
Dengan kembalinya Claude Mythos 5, AS menunjukkan pendekatan yang semakin ketat terhadap AI strategis: tidak dilarang sepenuhnya, tapi dikurung dalam lingkaran yang sangat terbatas—hanya untuk yang dianggap mampu menggunakannya demi kepentingan nasional, bukan keuntungan pribadi atau ancaman global.















