Sumbawanews.com,- Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatatkan prestasi membanggakan dengan finis di posisi kelima pada balapan Moto3 Grand Prix Ceko 2026 di Sirkuit Masaryk, Brno. Dari start di urutan ke-20, remaja bernomor punggung 9 itu menunjukkan ketangguhan dan strategi taktis yang memukau, melesat perlahan namun pasti hingga menyentuh garis finis sebagai salah satu dari lima pembalap tercepat.
Balapan yang berlangsung di tengah cuaca panas dan lintasan yang menuntut presisi itu menjadi ujian berat bagi para pesaing. Veda Ega memulai perlawanannya sejak lap pertama, berhasil naik ke peringkat sembilan, lalu menembus tujuh pada lap kedua. Ia bertahan di posisi tujuh hingga lap lima, sebelum melesat ke empat setelah melewati dua lawan tangguh, Alvaro Carpe dan David Almansa. Namun, posisi itu tak bertahan lama—dua pembalap lain berhasil menyusul, menurunkannya ke posisi keenam.
Tapi Veda Ega tak menyerah. Di lap ke-15, ia kembali menyalip Carpe dan Almansa, kembali menduduki peringkat empat. Dalam duel sengit menjelang finis, ia harus bertahan dari tekanan Carpe yang terus mengejar. Dalam aksi dramatis di jalur lurus terakhir, Veda Ega berhasil mempertahankan posisinya, menang tipis di garis finis dan mengunci tempat kelima dengan selisih hanya 0,900 detik dari sang pemenang.
Hasil ini membawanya meraih 11 poin dalam klasemen sementara Moto3, tetap bertahan di posisi keenam dengan total 82 poin—masih tertinggal 104 poin dari pemimpin klasemen, Maximo Quiles. Sementara itu, juara balapan adalah pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang menyelesaikan 22 putaran dalam waktu 33 menit 34,264 detik. Posisi kedua ditempati oleh Brian Uriarte dari Spanyol, disusul Quiles di urutan ketiga, dan David Almansa di keempat. Alvaro Carpe, yang sempat mengancam, harus puas di posisi keenam.
Kemenangan ini bukan hanya pencapaian individu, tapi juga simbol kebangkitan balap motor Indonesia di panggung dunia. Dengan performa konsisten di setiap seri, Veda Ega Pratama terus membuktikan bahwa talenta muda Tanah Air mampu bersaing dengan bintang-bintang global di kelas Moto3. Ia kini menjadi harapan baru bagi dunia balap nasional, yang semakin mendapat perhatian dari publik dan sponsor.
Balapan berikutnya akan digelar di Spielberg, Austria—dan semua mata kini tertuju pada Veda Ega, si remaja berjiwa petarung yang tak pernah menyerah meski start dari belakang.















