Sumbawanews.com,- Jakarta – Persija Jakarta resmi memperpanjang kontrak gelandang muda Muhammad Rayhan Hannan hingga akhir musim 2028/2029. Keputusan ini bukan sekadar bentuk penghargaan, tapi strategi jangka panjang klub untuk membangun fondasi tim dari dalam, lewat produk akademi yang telah terbukti konsisten berkembang.
Rayhan, yang kini berusia 21 tahun, menjadi pemain kedua setelah Paulo Ricardo yang mendapat jaminan masa depan di tengah gelombang perombakan skuad menyambut kedatangan pelatih Shin Tae-yong. Pemain kelahiran Jakarta ini bukan nama baru di Macan Kemayoran. Ia lahir dari Elite Pro Academy (EPA) Persija, dan perlahan menanjak dari tim junior hingga menjadi tulang punggung lini tengah di level Liga 1.
Pada debutnya di kompetisi utama musim 2023/2024, Rayhan mencatatkan 25 penampilan. Musim berikutnya, ia meningkatkan kontribusi dengan 26 laga, lima gol, dan dua assist. Meski minim menit bermain di musim 2025/2026 akibat persaingan ketat di lini tengah, ia tetap menunjukkan kematangan dengan tiga gol dan satu assist dari 17 pertandingan. Lebih dari itu, performanya menarik perhatian tim nasional—ia kini rutin dipanggil untuk Piala AFF, SEA Games, hingga laga internasional FIFA Matchday Juni 2026.
“Persija dan Jakarta akan selalu menjadi rumah saya. Saya sangat senang dan bangga menjadi bagian dari tim ini,” ujar Rayhan dalam pernyataan resmi klub. “Bismillah, banyak hal baik akan datang. Saya akan berikan yang terbaik.”
Presiden Persija Mohamad Prapanca menegaskan, keputusan memperpanjang kontrak Rayhan bukanlah emosional, tapi berbasis data dan visi jangka panjang. “Hannan menunjukkan performa konsisten, sikap profesional, dan potensi yang belum tergali maksimal. Ia adalah wajah masa depan Persija,” kata Prapanca.
Dengan kontrak baru ini, Rayhan siap memikul tanggung jawab lebih besar. Di bawah arahan Shin Tae-yong yang membawa misi kebangkitan jangka panjang, pemain yang dikenal disiplin, visioner, dan lincah di lapangan ini diharapkan menjadi salah satu ujung tombak perubahan gaya permainan Persija—dari tim yang mengandalkan pengalaman, menjadi tim yang berbasis energi muda, disiplin taktis, dan identitas lokal.
Bukan hanya soal kontrak, tapi soal warisan. Rayhan Hannan kini bukan sekadar pemain, tapi simbol harapan—bahwa akademi Persija masih mampu melahirkan talenta yang mampu bertahan, berkembang, dan memimpin di masa depan. Dan ia siap membuktikannya.















