Sumbawanews.com,- Pertandingan pembuka Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion Gillette, Boston, menyajikan duel menarik antara Haiti dan Skotlandia, dua tim yang kembali meraih tiket ke panggung terbesar sepak bola dunia setelah sekian lama absen. Kedua tim memilih formasi 4-4-2, menandai pendekatan seimbang antara pertahanan dan serangan.
Untuk Haiti, kapten sekaligus kiper Johny Placide memimpin lini belakang yang diisi Carlens Arcus, Ricardo Ade, Hannes Delcroix, dan Martin Experience. Di tengah, Jean-Ricner Bellegarde dan Danley Jean Jacques menjadi penghubung utama, sementara lini depan dipercayakan kepada quartet Louicius Deedson, Ruben Providence, Wilson Isidor, dan Frantzdy Pierrot. Pelatih Sebastien Migne menyiapkan Duckens Nazon, Derrick Etienne, Lenny Joseph, dan Josue Casimir sebagai opsi strategis dari bangku cadangan.
Di sisi lain, Skotlandia menunjuk Andy Robertson sebagai kapten, mengemban tugas sebagai bek kiri sekaligus jantung permainan. Angus Gunn menjaga gawang, didukung Aaron Hickey, Grant Hanley, dan Jack Hendry di belakang. Di lini tengah, Scott McTominay, John McGinn, dan Lewis Ferguson menjadi tulang punggung, sementara serangan diemban oleh Che Adams, Ben Doak, dan Lawrence Shankland. Pelatih Steve Clarke memiliki cadangan berkaliber tinggi seperti Kieran Tierney, Craig Gordon, Ryan Christie, dan Lyndon Dykes untuk mengubah ritme pertandingan.
Pertandingan ini bukan sekadar laga grup, melainkan momen bersejarah bagi Haiti—kembali ke Piala Dunia setelah 52 tahun—dan bagi Skotlandia yang berusaha bangkit dari kegagalan kualifikasi sebelumnya. Dengan semangat yang membara dan strategi yang matang, kedua tim siap mempersembahkan pertandingan penuh gengsi, di mana setiap umpan, setiap tendangan, dan setiap langkah di lapangan bisa menentukan nasib mereka di fase grup.

















