Sumbawanews.com,- Liverpool dinilai masih memiliki masalah serius di lini tengah, meski memiliki banyak pemain berkualitas tinggi. Mantan kapten The Reds, Jamie Carragher, menyampaikan kekhawatirannya setelah tim asuhan Andoni Iraola kalah dari Leeds United (2-4) dan AS Monaco (2-3) dalam dua laga pramusim terakhir. Carragher menyoroti komposisi trio gelandang utama—Alexis Mac Allister, Dominik Szoboszlai, dan Ryan Gravenberch—yang secara individu unggul, tetapi dinilainya tidak saling melengkapi dalam struktur permainan. Ia mengatakan, semua pemain itu cenderung maju dan berlari, sehingga menciptakan ruang kosong di pusat lapangan yang mudah dieksploitasi lawan.
Carragher menekankan bahwa tidak ada yang meragukan kualitas para pemain tengah Liverpool, termasuk Florian Wirtz, Curtis Jones, dan Wataru Endo yang juga tersedia di bangku cadangan. Namun, menurutnya, keberlimpahan bakat justru menjadi masalah ketika tidak ada keseimbangan antara ofensif dan defensif. “Saya melihat tiga pemain di lini tengah itu dan merasa khawatir. Mereka semua ingin maju, bermain, dan berlari. Di masa pramusim saja, ruang kosong terus terbuka di area tengah,” ujarnya, seperti dilansir Sports Mole. Ia pun menyatakan keraguan besar bahwa trio tersebut mampu membawa Liverpool kembali bersaing memperebutkan gelar juara musim ini.
Kekalahan beruntun dalam dua laga pramusim memperkuat kekhawatiran itu. Meski Liverpool unggul dua gol lebih dulu dalam kedua pertandingan, mereka gagal mempertahankan keunggulan dan kena comeback. Analisis Carragher menyoroti pola permainan yang terlalu agresif tanpa dukungan struktural yang memadai, sebuah kelemahan yang bisa berbahaya di tengah persaingan ketat Liga Inggris. Dengan musim kompetitif segera dimulai, pertanyaan besar pun menggantung: apakah Iraola mampu menemukan keseimbangan di tengah, atau Liverpool akan terus berjalan di atas api tanpa kendali?















