Sumbawanews.com,- PT Pindad resmi memberikan tanggapan atas keluhan Presiden Prabowo Subianto mengenai kebocoran di atap mobil dinasnya, MV3 Garuda Limousine, yang kerap disebut “Maung”. Dalam pernyataan resmi di akun Instagram resminya, perusahaan milik negara itu mengaku telah melakukan perbaikan menyeluruh terhadap kendaraan tersebut setelah menerima masukan langsung dari Presiden.
Menurut Pindad, kebocoran yang terjadi merupakan masalah teknis pada tahap awal penggunaan kendaraan. “Kondisi tersebut terjadi pada masa awal penggunaan MV3 Garuda Limousine. Setelah menerima masukan dan evaluasi, tim teknis Pindad segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan menyeluruh yang dilakukan dengan tepat dan cepat sehingga kendaraan dapat kembali beroperasi secara optimal sesuai standar yang ditetapkan,” demikian keterangan resmi Pindad.
Mobil yang digunakan Presiden Prabowo sebagai kendaraan dinas memang dirancang dengan konfigurasi *full armour* dan tanpa *sunroof*, demi memastikan perlindungan maksimal. Namun, tiga hari menjelang pelantikan Presiden, Pindad mengaku mendapat permintaan khusus untuk menambahkan bukaan di atap—tujuannya agar Presiden bisa menyapa masyarakat secara langsung dalam berbagai acara kenegaraan. Perubahan ini, menurut perusahaan, dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional dan simbolis kepresidenan.
Keluhan Presiden Prabowo pertama kali terungkap dalam acara Musyawarah Nasional ke-XVIII HIPMI di Lampung, Rabu (10/6). Saat itu, ia bercerita tertidur di dalam mobil saat hujan deras, lalu terbangun karena suara “tek, tek” dari atap yang bocor. “Saya suka tidur di mobil. Suatu saat saya lagi tidur di mobil, tahu-tahu karena hujan keras di luar, saya tidur tahu-tahu tek, tek. Saya bangun, rupanya bocor!” ujarnya.
Ia pun tidak memandang masalah ini sebagai kegagalan, melainkan bagian alami dari proses pengembangan produk baru. “Ya namanya baru ya kan. Saya kirim kembali lah. Saya bilang, ‘Pindad, tolonglah bocornya dikurangi’,” kata Prabowo.
Selain kebocoran, Presiden juga melaporkan adanya suara berisik “geredek-geredek” saat mobil melintasi jalur pegunungan. Pindad menyatakan bahwa semua masukan tersebut—baik dari Presiden maupun pengguna lain—dianggap sebagai aset berharga untuk penyempurnaan produk di masa depan. “Berbagai *feedback* yang diberikan oleh Bapak Presiden dan pengguna menjadi masukan yang sangat berharga bagi perusahaan untuk terus melakukan penyempurnaan dan inovasi pada produk-produk yang dikembangkan di masa mendatang,” tulis Pindad.
Perusahaan juga menegaskan bahwa kepercayaan Presiden terhadap produk dalam negeri merupakan “kebanggaan sekaligus amanah besar” bagi seluruh karyawan Pindad. Dengan perbaikan yang telah dilakukan, MV3 Garuda Limousine kini diklaim telah kembali beroperasi sesuai standar keamanan dan kenyamanan yang ditetapkan.
Dengan demikian, insiden kebocoran yang sempat menjadi perhatian publik justru menjadi momentum bagi Pindad untuk membuktikan komitmennya terhadap kualitas, responsivitas, dan inovasi dalam industri pertahanan dan otomotif nasional.

















