Sumbawanews.com,- Rabu malam, sekelompok massa menggelar aksi demonstrasi di sepanjang Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, menolak rencana kenaikan harga BBM nonsubsidi. Aksi yang berlangsung sekitar pukul 20.30 hingga 21.30 WIB itu berlangsung dalam kegelapan malam, dengan sebagian peserta membakar ban sebagai simbol protes. Namun, polisi segera membubarkan aksi tersebut dengan alasan tidak ada pemberitahuan resmi kepada pihak berwenang dan adanya pelanggaran terhadap ketentuan unjuk rasa.
Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, memastikan bahwa aksi berlangsung tanpa izin dan melanggar aturan yang mengharuskan penyelenggara memberi notifikasi minimal 5×24 jam sebelum kegiatan. “Kami tidak bisa membiarkan aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, terutama saat membakar ban di jalan umum,” ujarnya kepada awak media.
Meski situasi sempat tegang, tidak ada penangkapan atau penahanan terhadap peserta aksi. Polisi hanya melakukan pembubaran secara persuasif dan memastikan arus lalu lintas kembali normal setelah massa membubarkan diri. “Situasi sudah aman. Tidak ada yang diamankan,” tegas Braiel.
Aksi ini menjadi bagian dari gelombang protes yang kembali muncul di sejumlah kota sejak pemerintah menyatakan kemungkinan penyesuaian harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax dan Dexlite. Meski belum ada keputusan resmi, kekhawatiran masyarakat terhadap dampak inflasi dan beban hidup yang semakin berat terus memicu respons sosial.
Di lokasi aksi, terlihat sejumlah mahasiswa, buruh, dan warga biasa yang membawa spanduk bertuliskan “Harga BBM Naik, Rakyat Menderita” dan “Jangan Korbankan Rakyat demi Laba Perusahaan.” Beberapa video aksi tersebut tersebar luas di media sosial, memicu diskusi hangat tentang kebijakan energi dan keadilan sosial.
Pemerintah hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana penyesuaian harga BBM, meski sejumlah tokoh politik dan ekonom telah menyampaikan pandangan berbeda. Sementara itu, aksi di Cikini menjadi indikator awal bahwa ketegangan sosial terkait harga energi mulai menguat di ibu kota.

















