Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto menargetkan obat generik berkualitas dengan harga terjangkau dapat tersedia secara luas di seluruh Indonesia dalam waktu satu tahun. Pernyataan itu disampaikannya saat meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Muhammad Thohir di Krui, Pesisir Barat, Lampung, pada Rabu, 10 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa akses terhadap obat-obatan esensial bukanlah hak istimewa, melainkan kebutuhan dasar rakyat. “Kami akan mengusahakan obat-obatan kepada rakyat yang semurah-murahnya,” ujarnya, menegaskan komitmen pemerintah untuk memutus rantai ketergantungan pada obat impor yang mahal.
Untuk mewujudkannya, pemerintah akan memperkuat distribusi obat generik melalui jaringan fasilitas kesehatan publik, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit daerah. Langkah ini sejalan dengan upaya modernisasi sistem kesehatan nasional, termasuk penyaluran hampir 1.000 unit alat kesehatan modern ke 514 kabupaten/kota.
Selain itu, Presiden juga mengumumkan rencana besar renovasi 350 hingga 400 rumah sakit daerah dan perbaikan 10.000 puskesmas di pelosok tanah air. Menurut Sekretaris Kabinet Teddy, sebanyak 20 dari 22 RSUD prioritas di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan telah selesai dibangun pada 2025, dengan 10 di antaranya sudah beroperasi. Pada 2026, empat RSUD baru mulai dibangun, dan 24 lainnya masih dalam tahap perencanaan untuk 2027.
Prabowo menambahkan, peningkatan layanan kesehatan menjadi salah satu program prioritas atau *quick win* pemerintahannya. Ia menegaskan, tidak ada ruang bagi penyelewengan atau korupsi dalam pelayanan kesehatan. “Saya berpesan, tidak boleh ada penyelewengan, tidak boleh ada korupsi pada pelayanan kepada rakyat,” tegasnya, mengingatkan jajaran birokrasi agar menjaga integritas.
Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran akan dampak pelemahan rupiah terhadap harga obat impor, yang berpotensi membebani masyarakat miskin. Dengan memperkuat produksi dan distribusi obat generik dalam negeri, pemerintah berharap bisa menstabilkan biaya pengobatan sekaligus mendorong industri farmasi lokal.
Dengan kombinasi kebijakan strategis—dari infrastruktur, distribusi, hingga pengawasan—Presiden Prabowo menempatkan kesehatan sebagai fondasi utama pembangunan manusia Indonesia yang lebih adil dan berdaulat.

















