Home Berita Nasional Kepulauan Seribu Sulap Sampah Jadi Kompos dalam 10 Jam

Kepulauan Seribu Sulap Sampah Jadi Kompos dalam 10 Jam

Sumbawanews.com,- Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan mengumumkan terobosan inovatif dalam pengelolaan sampah: teknologi rapid composter mampu mengubah 50 kilogram sampah organik menjadi kompos berkualitas dalam waktu hanya 10 jam. Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi daerah kepulauan yang selama ini kesulitan mengangkut limbah ke daratan.

Inovasi yang dikembangkan bersama PT Astera Synergi ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga mengubah limbah rumah tangga menjadi sumber daya bernilai. Kompos hasil olahan langsung bisa dimanfaatkan warga untuk penghijauan pekarangan, taman publik, hingga budidaya tanaman hias di lingkungan wisata—sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

“Kepulauan Seribu tidak bisa bergantung pada pengiriman sampah ke daratan. Kita harus mandiri,” tegas Fadjar, menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Langkah ini sejalan dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 yang mendorong daerah-daerah untuk mengurangi sampah secara lokal.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Achmad Hariadi, menjelaskan prosesnya sederhana namun efisien. Sampah organik yang telah dipilah oleh warga dikumpulkan setiap hari, lalu dimasukkan ke dalam alat rapid composter. Dengan bantuan cairan starter, proses dekomposisi berjalan cepat tanpa perlu penjemuran atau pengolahan tambahan. Hasilnya, kompos siap pakai dalam hitungan jam—bukan hari.

Keberhasilan ini bukan sekadar teknis, tapi juga strategis. Dengan lingkungan yang bersih dan hijau, daya tarik wisatawan meningkat. Masyarakat pun tidak lagi menjadi penonton, melainkan pelaku ekonomi sirkular: mengolah sampah, memanfaatkan kompos, dan menjual produk hijau hasil olahannya.

Dengan keberhasilan ini, Kepulauan Seribu menunjukkan bahwa solusi lingkungan tidak harus rumit atau mahal. Di tengah tantangan geografis dan logistik, inovasi lokal bisa menjadi jawaban paling elegan—mengubah masalah menjadi kekuatan, satu kilogram sampah sekaligus.

Previous article10 WNI Ditetapkan sebagai Penyalahguna Narkoba Usai Pulang dari Bangkok
Next articleLaut Naik Dua Kali Lebih Cepat dalam Satu Dekade
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.