Sumbawanews.com,- Sejumlah menteri dan pejabat pemerintah pusat merayakan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, bukan di Istana Kepresidenan. Keputusan ini diambil sebagai respons cepat atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan penanganan bencana berlangsung terkoordinasi di lapangan. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, para pejabat akan mengikuti upacara di lokasi bencana, bukan di Jakarta, sambil mengawal penanganan darurat sesuai tugas masing-masing. Mereka juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat—seperti pangan, kesehatan, dan infrastruktur vital—segera dipenuhi, termasuk mempercepat pemulihan jalan, jembatan, listrik, dan jaringan komunikasi.
Pada malam setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026, Pratikno bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, serta pimpinan PLN, Pertamina, dan Telkom langsung berangkat ke wilayah terdampak. Tim pemerintah pusat mendirikan posko nasional di Bandara Halim Perdanakusuma untuk mengonsolidasikan logistik, sementara posko operasional dibangun di Labuan Bajo dan Maumere guna memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah. Pratikno menekankan, sinkronisasi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan tanggap darurat agar sumber daya besar yang dikerahkan benar-benar tepat sasaran dan efektif.
Pemerintah juga memprioritaskan keselamatan jiwa dan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang mengungsi, sekaligus mempercepat rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat gempa. Kehadiran para menteri di tengah penderitaan warga menjadi simbol nyata bahwa pemerintah pusat hadir di garis depan bencana.















