Sumbawanews.com,- ESET meluncurkan layanan Managed Detection and Response (MDR) di Indonesia untuk mengatasi kelangkaan tim keamanan siber yang siaga 24 jam. Sistem berbasis kecerdasan buatan ini mampu mendeteksi, mengisolasi, dan menangkal serangan siber dalam waktu rata-rata enam menit, jauh lebih cepat dibanding rata-rata 24 hari yang dicatat studi Verizon pada 2025. Layanan ini dirancang khusus bagi korporasi yang kesulitan mempertahankan tim analis keamanan penuh waktu, terutama di luar jam operasional. Dukungan dari lebih dari 100 pakar ancaman global ESET dan otomatisasi AI memungkinkan sistem bekerja tanpa intervensi manual, bahkan saat tim IT sedang off-duty.
Berbeda dengan solusi konvensional yang hanya mengirim peringatan, ESET MDR langsung mengambil tindakan mitigasi secara otomatis. Layanan ini tersedia dalam dua paket: ESET PROTECT MDR untuk UKM yang mencakup proteksi endpoint, email, aplikasi cloud, dan patching otomatis, serta ESET PROTECT MDR Ultimate untuk perusahaan skala besar yang membutuhkan threat hunting khusus, investigasi forensik jarak jauh, dan integrasi ekosistem XDR melalui ESET Inspect. Sistem ini juga telah bersertifikasi SOC 2 Type 2, mendukung kepatuhan terhadap UU Perlindungan Data Pribadi dan persiapan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber.
Distributor eksklusif ESET di Indonesia dan Timor Leste, PT Prosperita Mitra Indonesia, menekankan bahwa keamanan siber bukan sekadar produk teknologi, melainkan fondasi kepercayaan bisnis. CTO Prosperita Group, Yudhi Kukuh, menyatakan bahwa kecepatan respons enam menit menjadi krusial untuk mencegah kerugian finansial akibat serangan yang bergerak dalam hitungan detik. Dengan sistem ini, organisasi di Indonesia—termasuk UKM—dapat memiliki ketahanan mutlak tanpa harus membangun Security Operations Center internal yang mahal.















