Sumbawanews.com,- Kerusuhan hebat melanda Belfast, Irlandia Utara, pada Selasa malam (10/6/2026), menyulut kebakaran di sejumlah bangunan, kendaraan, dan fasilitas publik. Kekerasan ini meletus sehari setelah insiden penusukan brutal yang diduga berupaya pemenggalan kepala terhadap seorang pria, yang kini masih dirawat intensif di rumah sakit.
Asap tebal membubung dari kawasan Crumlin Road di Belfast Utara dan Lower Newtownards Road di timur kota, menjadi lanskap malam yang suram. Massa bersenjatakan batu dan obor, sebagian mengenakan penutup wajah, bergerak liar sementara petugas darurat berjuang mengendalikan keadaan. Sebuah mobil polisi dibakar di Portadown, sekitar 40 kilometer dari pusat kerusuhan, sementara sebuah bus dan beberapa kendaraan pribadi hangus terbakar. Jendela toko, rumah warga, dan gedung komersial hancur akibat aksi vandalisme massal.
Hingga kini, otoritas belum merilis jumlah pasti bangunan yang rusak atau korban luka, namun situasi di lapangan tergolong kritis. Kekacauan ini memperdalam ketegangan sosial yang telah lama menghiasi lanskap politik dan komunitas di Irlandia Utara, di mana perpecahan identitas dan sejarah masih menyisakan luka mendalam.
Pihak berwenang telah mengerahkan pasukan keamanan tambahan dan mengimbau warga untuk tetap di rumah. Sementara itu, penyelidikan terhadap insiden penusukan yang menjadi pemicu kerusuhan terus berjalan, dengan fokus pada kemungkinan motif kebencian atau ekstremisme. Masyarakat internasional mengawasi perkembangan ini dengan cemas, mengingat Belfast pernah menjadi episentrum konflik berdarah selama puluhan tahun.

















