Sumbawanews.com,- Sebuah truk box yang membawa muatan biji plastik terguling di Flyover Pesing, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.25 WIB. Kejadian itu memicu kemacetan panjang di ruas jalan strategis yang menjadi arteri utama menuju Cengkareng dan Bandara Soekarno-Hatta.
Menurut laporan TMC Polda Metro Jaya, kecelakaan bermula ketika mobil Colt Diesel bak terbuka mendekat dari belakang kanan, memaksa pengemudi truk box melakukan manuver mendadak ke kanan. Akibatnya, kendaraan tersebut menabrak pembatas jalan dan terguling, menutup sebagian jalur lalu lintas. Biji plastik yang muatannya mencapai puluhan ton tersebar di badan jalan, memperparah kondisi kemacetan.
Satlantas Polres Jakarta Barat langsung merespons dengan mengerahkan petugas untuk mengatur arus lalu lintas dan mengoordinasikan proses evakuasi. KBO Satlantas AKP Sudarmo mengonfirmasi bahwa truk sedang dalam proses dikerahkan dengan derek khusus untuk diangkat kembali. “Wing box sudah dibangunkan, upaya digendong derek sedang berlangsung,” ujarnya.
Kemacetan tak hanya mengganggu kendaraan pribadi, tetapi juga menghambat operasional Transjakarta. PT Transjakarta melalui akun resminya mengaku sejumlah koridor—termasuk Koridor 3, 8, serta rute 2A dan 3F—mengalami keterlambatan kedatangan akibat kepadatan di sekitar Flyover Pesing. “Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” demikian pernyataan resmi mereka.
Pantauan di lokasi, lalu lintas arah Cengkareng dari Grogol sempat terhenti total selama lebih dari dua jam. Sebagian jalur jalan dialihkan ke jalur alternatif, sementara petugas lalu lintas terus berjaga untuk mengarahkan kendaraan dan mencegah kejadian berulang. Pengemudi diimbau untuk berhati-hati dan mempertimbangkan rute alternatif, mengingat kondisi jalan masih rawan akibat sisa muatan yang belum seluruhnya dibersihkan.
Kecelakaan ini menjadi peringatan baru akan kerentanan infrastruktur jalan di Jakarta Barat, terutama di titik-titik rawan seperti Flyover Pesing yang kerap menjadi lokasi kejadian serupa. Pemerintah daerah dan dinas terkait diharapkan segera mengevaluasi desain jalan dan penguatan pembatas, sekaligus memperketat pengawasan terhadap muatan truk yang melebihi kapasitas.

















