Home Berita Nasional Chatib ke Istana, Bukan untuk Reshuffle

Chatib ke Istana, Bukan untuk Reshuffle

Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto memanggil anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Muhammad Chatib Basri, dan Ketua DEN Luhut Binsar Panjaitan ke Istana Kepresidenan pada Selasa, 9 Juni 2026, untuk membahas strategi penguatan pertumbuhan ekonomi. Pemanggilan ini tidak terkait dengan spekulasi reshuffle kabinet, tegas Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Dasco mengaku menerima konfirmasi langsung dari lingkungan Istana bahwa pertemuan tersebut murni bersifat konsultatif. “Kapasitas Pak Luhut sebagai Ketua DEN dan Pak Chatib sebagai anggotanya, bukan sebagai calon menteri,” ujarnya di Kompleks DPR, MPR, dan DPD, usai pertemuan.

Sebelumnya, beredar isu bahwa Chatib Basri, ekonom ternama dan mantan Direktur Bank Dunia, bakal menggantikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Isu ini semakin santer menyusut melemahnya nilai tukar rupiah dan tekanan terhadap fiskal negara. Namun, Dasco menegaskan, hingga kini tidak ada pembahasan apapun mengenai perubahan kabinet.

“Konfirmasi yang saya terima jelas: tidak ada pembahasan ke arah sana,” katanya.

Pernyataan serupa ditegaskan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Senin, 8 Juni 2026. Ia menyangkal tegas rencana reshuffle, sekaligus meminta publik tidak mengaitkan nama-nama tertentu dengan spekulasi perubahan kabinet. “Presiden akan menyampaikan sendiri jika ada penyegaran. Tidak akan ada keputusan diam-diam,” ujar Prasetyo.

Chatib Basri sendiri, saat tiba di Istana sekitar pukul 15.30 WIB, enggan berkomentar banyak. “Tanya Pak Luhut,” ujarnya singkat saat diwawancarai awak media. Ia juga menepis pertanyaan tentang kemungkinan masuk kabinet: “Saya enggak tahu.”

Dalam pertemuan itu, selain Luhut dan Chatib, hadir pula anggota DEN lainnya, seperti Septian Hario Seto. Agenda utama fokus pada rekomendasi kebijakan ekonomi makro, termasuk peningkatan investasi, stabilitas nilai tukar, dan efisiensi belanja negara.

Kehadiran para ekonom senior ini menandai kembali peran strategis DEN di bawah kepemimpinan Prabowo—bukan sebagai alat reshuffle, tapi sebagai jembatan antara akademisi, praktisi, dan pemerintah dalam merancang kebijakan berbasis data dan pengalaman global.

Dengan demikian, meski nama Chatib Basri kerap disebut dalam berbagai spekulasi politik, kini jelas: ia hadir bukan sebagai calon menteri, melainkan sebagai penasihat ekonomi yang diminta Presiden untuk menyumbang ide-ide solutif di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

Previous articlePrabowo Sampaikan Pesan Diplomasi ke 17 Dubes Baru
Next articleUK Pertimbangkan Akhiri Kontrak Palantir di NHS
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.