Sumbawanews.com,- Indonesia dan Malaysia sepakat memperdalam kerja sama dalam perlindungan warga negara, penguatan ekonomi, dan stabilitas kawasan usai menyelenggarakan Pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (JCBC) ke-17 di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026. Pertemuan yang pertama kali digelar sejak 2018 itu dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono dan rekan senegaranya dari Malaysia, Mohamad Hasan, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri.
Dalam konferensi pers bersama, Sugiono menegaskan bahwa hubungan kedua negara bukan sekadar hubungan diplomatik biasa, melainkan ikatan yang berakar pada kesamaan budaya, bahasa, sejarah, dan geografi. “Indonesia dan Malaysia berbagi DNA, berbagi budaya, berbagi bahasa, perbatasan, dan banyak hal lainnya,” ujarnya, menekankan bahwa kedekatan ini menjadi fondasi kuat untuk membangun kerja sama yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Pertemuan JCBC ke-17 menjadi momentum strategis untuk menindaklanjuti sejumlah isu mendesak yang menghambat hubungan bilateral, termasuk perlindungan pekerja migran, penyelesaian sengketa perbatasan, dan koordinasi keamanan maritim. Kedua menteri juga menyoroti pentingnya memperkuat ketahanan ekonomi di tengah gangguan rantai pasok global, dengan fokus pada peningkatan perdagangan intra-ASEAN yang saat ini masih di bawah 25 persen.
Mohamad Hasan menyebut hubungan RI-Malaysia telah mencapai tingkat kepercayaan 98 persen, dengan hanya 2 persen sisanya berupa tantangan teknis yang perlu diatasi secara bersama-sama. “Ini bukan pertemuan antar negara yang saling curiga, tapi antar teman yang ingin menyelesaikan simpul-simpul kecil agar hubungan tetap mengalir lancar,” katanya.
Kedua pihak menegaskan bahwa hasil JCBC akan menjadi dasar bagi Pertemuan Konsultasi Tahunan tingkat kepala negara yang dijadwalkan berlangsung di Malaysia pada akhir 2026. Pertemuan ini diprediksi akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Anwar Ibrahim, sebagai bentuk komitmen tinggi untuk memperkuat sinergi strategis di tengah dinamika geopolitik kawasan.
Selain itu, kedua negara juga sepakat mempercepat pembahasan usulan peningkatan kuota perawat Indonesia di Malaysia, serta memperluas kerja sama dalam bidang pendidikan, pariwisata, dan penanganan bencana transnasional. Dengan langkah-langkah konkret ini, Indonesia dan Malaysia tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik, tetapi juga menjamin keamanan dan kesejahteraan jutaan warga yang hidup di kedua sisi perbatasan—baik sebagai pekerja, pelajar, maupun keluarga lintas negara.

















