Home Serba Serbi Tekno Sektor Manufaktur Kian Andalkan PLTS Atap untuk Tekan Biaya Operasional

Sektor Manufaktur Kian Andalkan PLTS Atap untuk Tekan Biaya Operasional

Sumbawanews.com,- Sektor manufaktur Indonesia semakin memperluas adopsi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap sebagai strategi efisiensi biaya dan dukungan terhadap keberlanjutan lingkungan. Peresmian instalasi PLTS atap berkapasitas 307,5 kWp di kawasan industri PT Multi Nitrotama Kimia (MNK), Cikampek, Jawa Barat, menjadi contoh nyata tren ini. Sistem on-grid yang terintegrasi dengan PLN mampu memproduksi sekitar 400.000 kWh listrik per tahun dan mengurangi emisi karbon hingga 360.000 kg COâ‚‚ setiap tahunnya.

Kolaborasi antara MNK, anak perusahaan PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS), dengan Modena Energy menekankan bahwa pemanfaatan energi surya bukan sekadar komitmen lingkungan, tetapi juga kebutuhan strategis untuk menekan pengeluaran operasional jangka panjang. Head of Modena Energy, Agiya Fersya, menyatakan bahwa semakin banyak industri yang memilih PLTS atap karena memberikan stabilitas pasokan energi sekaligus memperkuat daya saing bisnis. General Manager Manufacture PT MNK, Susilo Yuwono, menambahkan bahwa proyek ini secara nyata meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi biaya listrik, sekaligus menjadi fondasi penerapan solusi energi bersih di seluruh unit usaha Ancora.

Tren ini didukung data Indonesia Solar Energy Outlook (ISEO) 2025 yang mencatat sektor industri sebagai penyumbang terbesar penambahan kapasitas PLTS atap sepanjang 2024, dengan total 104 MWp terpasang hingga Juli 2024. Untuk mengatasi hambatan pembiayaan dan teknis, penyedia solusi seperti Modena Energy menawarkan layanan end-to-end, termasuk studi kelayakan, perizinan, skema pembiayaan berbasis penggunaan energi, serta pemantauan digital real-time melalui dashboard. Integrasi teknologi ini memungkinkan deteksi dini gangguan, menjaga keandalan produksi tanpa gangguan.

Dengan adopsi yang terus meningkat dan skema pembiayaan yang semakin fleksibel, PLTS atap diprediksi akan menjadi tulang punggung percepatan bauran energi terbarukan di sektor industri Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

Previous articlePSG Rekrut Kiper Jepang Zion Suzuki, Juventus Dapat Pinjaman Strategis
Next articleMohamed Salah Hampir Resmi Gabung Trabzonspor, Al Ittihad Coba Bajak di Menit Terakhir