Home Berita Olah Raga Gelandang Berdarah Yogyakarta-Surabaya Laris di Liga Belanda, Masih Belum Terpantau Timnas

Gelandang Berdarah Yogyakarta-Surabaya Laris di Liga Belanda, Masih Belum Terpantau Timnas

Sumbawanews.com,- Gelandang bertahan berusia 21 tahun Tristan Schenkhuizen, pemain berdarah Yogyakarta-Surabaya yang kini membela VVV Venlo di Liga Belanda, menjadi sorotan karena performa cemerlangnya di kompetisi domestik, meski hingga kini belum terdeteksi oleh radar naturalisasi Timnas Indonesia. Pemain yang lahir di Belanda ini memiliki garis keturunan Indonesia melalui kakeknya asal Surabaya dan neneknya yang lahir di Yogyakarta, dan secara terbuka menyatakan minatnya untuk membela Garuda di masa depan. Baru-baru ini, ia resmi bergabung dengan VVV Venlo pada 24 Juni 2026 setelah menandatangani kontrak dua musim, setelah sebelumnya menunjukkan potensi luar biasa bersama Fortuna Sittard U-21, di mana ia mencatat tujuh gol dan tujuh assist dalam 15 penampilan pada musim 2024/2025. Schenkhuizen kini berada satu tim dengan Dean Zandbergen, pemain lain yang juga dikaitkan dengan kemungkinan naturalisasi ke Timnas Indonesia.

Meski belum pernah membela tim nasional junior Belanda, konsistensi Schenkhuizen di level klub membuatnya menjadi salah satu talenta paling menjanjikan di posisi gelandang bertahan di liga Belanda. Performanya yang matang, baik dalam hal intersepsi, distribusi bola, maupun kontribusi ofensif, menjadikannya sosok yang langka di sektor tersebut—terutama mengingat Timnas Indonesia saat ini masih sangat bergantung pada Ivar Jenner dan Joey Pelupessy sebagai satu-satunya pilihan andal di posisi itu. Dalam wawancara di YouTube Yussa Nugraha pada Juli 2024, Schenkhuizen secara jelas menyatakan, “Omaku berasal dari Indonesia. Aku seperempat dari Indonesia,” menegaskan ikatan emosional dan identitas budayanya yang kuat dengan tanah leluhur.

Kehadirannya di VVV Venlo bukan hanya langkah karier, tetapi juga potensi besar bagi PSSI untuk memperluas jaringan naturalisasi. Dengan peran strategis gelandang bertahan yang menjadi tulang punggung lini tengah—baik di era Shin Tae-yong, Patrick Kluivert, maupun John Herdman—kebutuhan akan pemain yang mampu menghubungkan pertahanan dan serangan tak bisa diabaikan. Schenkhuizen, dengan kombinasi teknik, fisik, dan darah Indonesia, bisa menjadi solusi jangka panjang yang belum tergali. Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah ia layak, tapi kapan Timnas Indonesia akan mulai melihatnya.

Previous articleVeda Ega Pratama Siap Debut di Silverstone, Moto3 Inggris 2026 Jadi Titik Balik Karier
Next articlePersib Tetap Pertahankan Ramon Tanque Meski Sudah Datangkan Balsa Sekulic