Sumbawanews.com,- Amerika Serikat berencana menutup lima kantor diplomatiknya di Kanada, Jepang, Indonesia, Kamerun, dan Grenada sebagai bagian dari upaya merampingkan jaringan luar negeri demi efisiensi anggaran. Rencana ini telah disampaikan Kementerian Luar Negeri AS kepada sejumlah komite di Kongres akhir pekan lalu, mencakup Kedutaan Besar di St. George’s, Grenada; konsulat di Nagoya, Jepang; Medan, Indonesia; Winnipeg, Kanada; serta kantor perwakilan di Douala, Kamerun. Langkah ini merupakan kelanjutan dari inisiatif yang dimulai pada awal 2025 di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, yang bertujuan menyelaraskan birokrasi pemerintah dengan agenda “America First”. Sejumlah pejabat menilai kantor-kantor kecil tersebut tidak lagi sebanding dengan biaya operasionalnya, namun kritik muncul dari politikus Demokrat dan mantan pejabat keamanan nasional yang khawatir pengurangan kehadiran AS akan memperluas pengaruh China dan Rusia. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membela kebijakan ini sebagai upaya merampingkan kementerian yang dianggap terlalu besar dan birokratis. Kedutaan Besar AS di Jakarta merujuk pada pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri AS yang menyatakan bahwa prosedur pemberitahuan kepada Kongres sedang berjalan, namun belum ada informasi lebih lanjut yang dapat diumumkan.















