Sumbawanews.com,- Kelompok Houthi menegaskan tidak pernah menyerang pembangkit listrik di Madinah, membantah tuduhan yang dilontarkan koalisi pimpinan Arab Saudi. Pernyataan ini disampaikan pejabat senior Houthi yang menyebut tudingan tersebut sebagai “kebohongan” yang sengaja dirancang untuk merusak citra kelompok. Sebelumnya, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, juru bicara koalisi Saudi, mengklaim bahwa drone Houthi menargetkan gardu distribusi listrik Taibah di Madinah awal pekan ini, yang dinilainya sebagai tindakan teroris dan bagian dari upaya luas mengancam Dua Masjid Suci. Tuduhan serupa pernah dilontarkan Saudi setelah insiden drone yang diduga ditujukan ke Makkah pada pertengahan September, yang juga dibantah tegas oleh pemimpin Houthi, Abdel-Malik al-Houthi, dalam pidato televisinya. Ia menuduh Riyadh memanfaatkan kebohongan sebagai senjata politik untuk memperjuangkan agenda sendiri. Kekhawatiran atas eskalasi konflik ini pun menyebar ke Turki dan Pakistan, dua negara yang baru saja menandatangani perjanjian pertahanan bersama dengan Saudi pada Agustus, sementara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dalam pidatonya di PBB pekan lalu menegaskan bahwa ancaman terhadap kesucian Makkah dan Madinah adalah garis merah yang tak boleh dilanggar.















