Home Serba Serbi Tekno Apple Pertimbangkan Kamera di AirPods, Tapi Masih Ragu

Apple Pertimbangkan Kamera di AirPods, Tapi Masih Ragu

Sumbawanews.com,- Apple sedang mempertimbangkan penambahan kamera mini pada generasi mendatang AirPods untuk memperkuat kemampuan Siri dalam memahami lingkungan sekitar pengguna, namun rencana tersebut terhambat oleh kekhawatiran privasi dan keterbatasan teknologi kecerdasan visual. Menurut sumber yang akrab dengan pengembangan internal, perangkat keras kamera sudah siap, tetapi sistem AI yang mampu mengolah visual secara akurat belum memenuhi standar Apple—terutama dalam hal akurasi dan keamanan data.

Dilansir dari laporan Bloomberg, kamera beresolusi rendah yang direncanakan akan ditempatkan di batang AirPods, bukan untuk merekam gambar atau video, melainkan sebagai “mata” Siri yang membantu memahami konteks visual saat pengguna memberi perintah suara. Potensi penggunaannya mencakup navigasi berbasis landmark, identifikasi makanan di kulkas, hingga penyesuaian respons Siri berdasarkan situasi pengguna—misalnya, menahan notifikasi panggilan saat pengguna sedang berlari di stasiun kereta.

Namun, kekhawatiran mendalam muncul dari tim eksekutif Apple terkait risiko privasi yang tak terhindarkan. Dengan AirPods yang selalu dikenakan di telinga, keberadaan kamera kecil yang bisa aktif tanpa indikator jelas akan menimbulkan pertanyaan: “Apakah saya sedang direkam?” Hal ini semakin sensitif mengingat meningkatnya ketidakpercayaan publik terhadap perangkat wearable yang mengandalkan pengawasan visual, seperti kacamata pintar dan kamera depan pintu.

Para analis menilai bahwa Apple mungkin lebih tertarik pada AirPods sebagai “jembatan teknologi” menuju kacamata pintar yang lama dirumorkan. Dengan menempatkan sensor visual di perangkat yang sudah akrab di telinga, Apple bisa menguji respons pasar dan mengumpulkan data kontekstual tanpa membebankan pengguna dengan perangkat yang terlalu mencolok. “Ini adalah cara halus untuk membangun basis data visual tanpa harus menjual kacamata dulu,” kata Anshel Sag, analis dari Moor Insights & Strategy.

Namun, tantangan teknis tetap besar. Baterai AirPods saat ini sudah berada di ambang batas kapasitas. Penambahan kamera dan prosesor visual berpotensi memotong masa pakai baterai hingga 50 persen, seperti yang terbukti dalam eksperimen Universitas Washington yang memasang kamera ke AirPods Pro 2 dan Sony WF-1000XM3—hasilnya, masa pakai turun menjadi hanya tiga jam lebih. “Tidak ada ruang, tidak ada daya, dan jika kamera hanya aktif sesekali, fungsinya jadi tidak relevan,” tegas Sag.

Apple juga menghadapi dilema strategis: ia tidak memiliki model AI dasar sekuat GPT atau Gemini, sehingga bergantung pada kemitraan dengan Google. Namun, jika data visual dari AirPods dikirim ke cloud Google, maka Apple harus menjalani “pembersihan radikal” terhadap data pribadi—sebuah proses yang sulit dilakukan tanpa mengorbankan akurasi AI. Alternatifnya, pemrosesan dilakukan sepenuhnya di perangkat atau melalui infrastruktur Private Cloud Compute milik Apple, yang menggunakan server khusus dengan enkripsi end-to-end. Tapi ini membutuhkan investasi besar dan waktu yang belum pasti.

Di luar AS, tren ini sudah bergerak cepat. Perusahaan China seperti Guangfan Technology, VibeLens, dan Mozin telah meluncurkan atau menguji coba earbud dengan kamera serupa. “Ini bukan lagi spekulasi—ini adalah arah yang jelas,” kata Qiran Ju dari Omdia. “AirPods dengan kamera adalah langkah logis dalam strategi komputasi spasial Apple, sekaligus uji coba pasar untuk kacamata pintar.”

Beberapa pakar justru meragukan manfaatnya. Peter Richardson dari Counterpoint Research menyebut, “Jika Anda berambut panjang, kameranya mungkin hanya menangkap rambut Anda.” Sementara Sag secara tegas menyatakan, “Saya tidak melihat logika di baliknya.”

Meski demikian, Apple diperkirakan akan membahas peningkatan Siri secara mendalam di WWDC minggu depan—meski tidak selalu disertai peluncuran produk. Apakah kamera akan hadir? Belum pasti. Tapi satu hal jelas: Apple sedang memainkan permainan jangka panjang, bukan sekadar merespons tren. Mereka ingin membangun ekosistem yang bisa melihat, mendengar, dan memahami—tanpa mengorbankan kepercayaan yang selama ini menjadi fondasi merek mereka.

Previous articleFORMAS Dorong Revisi Kebijakan Guru Honorer
Next articleIndonesia-Malaysia Perkuat Perlindungan Warga Negara
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.