Home Berita Internasional Trump Klaim Selamatkan Israel dari Hancur

Trump Klaim Selamatkan Israel dari Hancur

Sumbawanews.com,- Jakarta — Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara blak-blakan menyatakan bahwa keberlangsungan Israel saat ini adalah hasil dari keputusannya sendiri untuk menghentikan ambisi nuklir Iran. Dalam wawancara eksklusif dengan program *Pod Force One* pada Selasa (2/6), Trump menegaskan bahwa tanpa intervensi AS di bawah kepemimpinannya, negara Timur Tengah itu mungkin sudah tidak ada lagi.

“Kalau bukan karena saya, Israel mungkin sudah tidak ada sekarang,” ujar Trump, mengacu pada serangkaian tindakan militer dan diplomatik yang ia luncurkan pada akhir Februari lalu, termasuk serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran. Ia menilai ancaman senjata nuklir Teheran terhadap Israel sebagai yang paling mendesak dan mematikan dalam sejarah modern.

Trump mengaitkan keputusannya itu dengan kegagalannya mempertahankan Kesepakatan Nuklir Iran 2015 — atau JCPOA — yang dirundingkan di era pemerintahan Barack Obama. Ia menyebut kesepakatan itu sebagai “kesalahan strategis besar” yang membiarkan Iran mendekati ambang senjata nuklir. “Mereka sudah di ambang pintu. Saya menutup pintu itu — dan saya lakukan dengan kekuatan,” tegasnya.

Dalam pernyataannya, Trump menolak tegas tuduhan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memanipulasinya untuk memicu konflik. “Dia memanipulasi saya? Saya yang memulainya,” ujarnya dengan nada tegas. Ia menegaskan bahwa keputusan serangan itu murni berdasarkan penilaian keamanan nasional AS, bukan tekanan dari sekutu.

Namun, hubungan Trump dan Netanyahu tampak memburuk. Laporan terbaru dari Axios mengungkapkan bahwa pada Senin (1/6), Trump marah besar saat berbicara telepon dengan Netanyahu, mengkritik rencana Israel untuk melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon. Trump khawatir tindakan itu akan menghancurkan upayanya untuk merundingkan gencatan senjata dengan Iran, yang menetapkan停火 di Lebanon sebagai syarat utama.

“Netanyahu ingin perang. Saya ingin perdamaian — tapi perdamaian yang dijamin oleh kekuatan, bukan kelemahan,” kata Trump, yang kemudian menyebut lawan politiknya sebagai “Dumbocrats” dalam sindiran terhadap Partai Demokrat.

Komentar Trump ini muncul di tengah ketegangan regional yang semakin memanas. Iran, yang mengklaim serangan terhadap Israel sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin militernya, kini menekankan bahwa gencatan senjata di Lebanon adalah kunci untuk memulai negosiasi damai dengan Washington. Sementara itu, sekutu Eropa seperti Prancis mendesak agar Israel menghentikan eskalasi, bahkan menawarkan pengiriman kapal induk untuk menjaga stabilitas.

Meski tidak ada konfirmasi resmi dari Pentagon mengenai skala serangan Februari lalu, analis keamanan menilai bahwa tindakan Trump telah mengubah peta kekuatan di Timur Tengah. Beberapa pihak menyebutnya sebagai “perang preventif paling berisiko sejak invasi Irak,” sementara pendukungnya memuji sebagai “keberanian langka dalam diplomasi global.”

Trump, yang kembali menjabat sebagai presiden setelah menang dalam pemilu 2024, kini berada di puncak pengaruhnya. Dengan narasi bahwa ia adalah “penyelamat Israel,” ia berupaya memperkuat basis elektoralnya di kalangan konservatif dan pendukung Israel di AS — sekaligus menegaskan kembali citra dirinya sebagai pemimpin yang tidak takut mengambil keputusan kontroversial demi keamanan nasional.

Pernyataannya memicu reaksi beragam: dari dukungan hangat di kalangan konservatif hingga kecaman tajam dari organisasi HAM dan negara-negara Eropa yang memperingatkan risiko perang regional yang tak terkendali. Tapi bagi Trump, ini bukan soal popularitas — ini soal sejarah.

“Saya tidak memilih untuk menjadi pahlawan,” katanya. “Saya memilih untuk melindungi yang tak bisa melindungi diri sendiri.”

Previous articlePrabowo Konsolidasi Tim MBG di Sentul, Nanik Lapor Langsung
Next articleGoogle Janji Kembalikan Lebih Banyak Air Daripada yang Dipakai pada 2030
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik