Sumbawanews.com,- Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menegaskan penolakan negaranya terhadap normalisasi hubungan dengan Israel. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas seruan Presiden AS Donald Trump agar negara-negara regional melakukan rekonsiliasi dengan Tel Aviv.
Asif menegaskan Pakistan tidak akan mengorbankan ideologi fundamental negara untuk mendukung kesepakatan yang bertentangan dengan prinsipnya. “Bagaimana mungkin kami bekerja sama dengan pihak yang tidak dapat dipercaya?” ujarnya dalam wawancara dengan Samaa TV.
Pakistan secara konsisten menolak mengakui Israel, bahkan tidak mencantumkan nama negara tersebut dalam paspor warganya. Trump sebelumnya mendorong perluasan Kesepakatan Abraham dengan melibatkan lebih banyak negara, termasuk Arab Saudi dan Qatar.
Seruan Trump ini muncul dalam konteks upaya AS mencapai kesepakatan dengan Iran. Namun, Pakistan tetap berpegang pada kebijakan luar negerinya yang menolak hubungan diplomatik dengan Israel.















