Teheran, sumbawanews.com – Ketua Parlemen Iran, sekaligus salah seorang negosiator Iran, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengungkapkan, Sebelum negosiasi, ia menekankan bahwa Iran memiliki niat baik dan kemauan yang diperlukan. Tetapi karena pengalaman dari dua perang sebelumnya, Iran tidak mempercayai pihak lain.
Baca Juga: Ketua Parlemen Iran Tegaskan Lebanon dan Poros Perlawanan Bagian Gencatan Senjata
“Rekan-rekan saya di delegasi Iran untuk Minab 168 mengusulkan inisiatif yang berwawasan ke depan, tetapi pihak lain pada akhirnya gagal mendapatkan kepercayaan dari delegasi Iran dalam putaran negosiasi ini,” katanya.
Dijelaskan, Amerika memahami logika dan prinsip Iran. “Dan sekarang saatnya untuk memutuskan apakah mereka dapat memperoleh kepercayaan kita atau tidak,” ucapnya.
Ditegaskan, Iran menganggap diplomasi otoritas sebagai metode lain, di samping perjuangan militer, untuk mencapai hak-hak rakyat Iran. Dan kami tidak akan berhenti sejenak pun dalam upaya mengkonsolidasikan pencapaian empat puluh hari pertahanan nasional Iran.
“Saya juga mengapresiasi upaya negara sahabat dan saudara Pakistan dalam memfasilitasi proses negosiasi ini, dan saya menyampaikan salam saya kepada bangsa Pakistan,” katanya. (Using)

















