Sumbawanews.com – Warga di sebagian wilayah Australia dikejutkan oleh pemandangan mengerikan sekaligus menakjubkan pada pagi hari ini. Langit yang biasanya berwarna biru cerah mendadak berubah menjadi merah pekat menyerupai warna darah, membuat suasana kota tampak seperti pemukiman di planet Mars.
Suasana Mencekam di Pagi Hari
Foto dan video yang beredar luas di media sosial menunjukkan pemandangan yang hampir tidak masuk akal. Gedung-gedung tinggi dan jalanan kota diselimuti kabut merah tebal dengan jarak pandang yang sangat terbatas. Banyak warga yang sempat panik dan mengaitkan fenomena ini dengan hal-hal mistis maupun pertanda bencana besar.
“Saya bangun dan mengira mata saya bermasalah. Semuanya berwarna merah, bahkan matahari pun tidak terlihat,” ujar salah satu warga dalam unggahan yang viral di Twitter (X).
Bukan Sihir, Ini Penjelasan Ahli Meteorologi
Meskipun tampak seperti adegan dalam film kiamat, para ahli meteorologi segera memberikan penjelasan ilmiah. Fenomena ini dikenal sebagai Badai Debu Raksasa.
-
Siklon dan Angin Kencang: Angin kencang yang berasal dari sistem tekanan rendah di pedalaman Australia mengangkat jutaan ton debu merah yang kaya akan oksida besi (karat alami).
-
Efek Tyndall: Partikel debu yang sangat halus ini terbang tinggi ke atmosfer dan membiaskan cahaya matahari. Debu tersebut menyerap spektrum cahaya biru dan hanya menyisakan spektrum cahaya merah untuk sampai ke mata manusia.
-
Kekeringan: Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Outback membuat tanah menjadi sangat kering dan mudah terbang saat diterjang angin.
Peringatan Kesehatan
Otoritas kesehatan setempat telah mengeluarkan peringatan bagi warga, terutama bagi mereka yang memiliki masalah pernapasan seperti asma. Partikel debu yang sangat halus ini bisa masuk ke paru-paru dan membahayakan kesehatan jika terhirup langsung tanpa masker.















