Sumbawanews.com,- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Suyudi Ario Seto, dalam pertemuan tertutup di Jakarta untuk membahas strategi nasional menghadapi perkembangan ancaman narkoba yang semakin canggih dan beragam modusnya. Pertemuan ini menekankan perlunya sinergi lintas lembaga guna memperkuat pencegahan, penindakan, dan edukasi masyarakat, khususnya generasi muda.
Komjen Suyudi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Banten dan Wakapolda Metro Jaya, menyampaikan bahwa penyalahgunaan narkotika kini tak lagi terbatas pada bentuk tradisional. Modus baru, seperti penggunaan rokok elektronik (vape) sebagai media penyampai zat terlarang, menjadi fokus utama pengawasan. BNN mencatat peningkatan kasus penggunaan zat berbahaya yang disamarkan dalam produk sehari-hari, terutama di kawasan perkotaan besar yang menjadi pusat distribusi dan konsumsi.
Dalam paparannya, Suyudi juga menyoroti sejumlah capaian terkini BNN, termasuk keberhasilan mengungkap jaringan peredaran gelap narkoba lintas daerah hingga tingkat internasional, serta penyitaan berbagai jenis narkotika sebelum sempat menyebar ke masyarakat. Salah satu operasi terbaru berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan kilogram sabu dan heroin dari jaringan transnasional.
Teddy menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga memperkuat pendekatan preventif melalui edukasi publik yang sistematis dan berkelanjutan. “Kita harus menjaga generasi muda dari ancaman laten yang sulit dideteksi. Ini bukan sekadar masalah keamanan, tapi masalah kesehatan mental, pendidikan, dan masa depan bangsa,” ujar Teddy dalam pertemuan yang berlangsung selama lebih dari dua jam.
Pertemuan ini juga membahas kebutuhan anggaran dan koordinasi teknis antara BNN dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Pendidikan, Kesehatan, dan Kominfo, untuk memperluas kampanye anti-narkoba di platform digital dan lingkungan sekolah. Keduanya sepakat bahwa upaya pemberantasan narkoba harus berjalan sejalan dengan transformasi digital, mengingat maraknya transaksi narkoba melalui aplikasi dan media sosial.
Dengan latar belakang kasus-kasus besar yang terungkap belakangan, seperti penangkapan kurir narkoba jaringan Malaysia dan penggerebekan pabrik pil ekstasi senilai ratusan miliar rupiah, pertemuan ini dianggap sebagai langkah strategis dalam memperkuat kerangka kebijakan nasional melawan narkoba di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.















