Washington DC., sumbawanews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, Minggu (29/03) waktu setempat dalam sebuah sebuah wawancara menjelaskan, serangan AS ke Iran untuk menghancurkan angkatan udara Iran, yang sebagian besar telah tercapai.
Juga penghancuran angkatan laut, yang sebagian besar telah tercapai, dan penghancuran pabrik-pabrik tempat Iran membuat semua senjata. “kita sedang dalam perjalanan untuk mencapainya, dan pengurangan substansial jumlah peluncur rudal yang mereka miliki sehingga mereka tidak dapat terus mengancam negara-negara tetangga mereka di masa depan,” katanya.
Baca Juga: Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz 48 Jam
Menurutnya, Semua tujuan tersebut sedang dipenuhi lebih cepat dari jadwal. Dan seharusnya dapat dicapai dalam beberapa minggu.
Ditambahkan, Iran saat ini mengancam akan mengendalikan Selat Hormuz selamanya, membuat sistem pungutan tol, dan sejenisnya. Dan hal tersebut tidak akan dibiarkan terjadi.
“Presiden memiliki sejumlah pilihan yang tersedia baginya, jika ia memilih demikian, untuk mencegah hal itu terjadi,” jelas dia.
Dijelaskan, Iran mengancam akan membangun sistem permanen di Selat Hormuz di mana dapat menentukan siapa yang boleh melewati jalur perairan internasional. “Omong-omong, seluruh dunia harus memperhatikan hal itu. Mereka memiliki kepentingan yang lebih besar di sana daripada kita. Kita hanya menerima sedikit energi di negara ini yang melewati Selat Hormuz. Seluruh dunia menerima jauh lebih banyak,” ungkap dia.
Meskipun demikian, Presiden AS memiliki beberapa pilihan yang dapat digunakannya. dan Departemen Perang sedang mempersiapkan pilihan bagi Presiden untuk hal ini dan berbagai kemungkinan lain yang mungkin timbul. (Using)

















