Home Serba Serbi Tekno Samsung Tekankan Nilai Jangka Panjang di Tengah Kenaikan Harga Komponen

Samsung Tekankan Nilai Jangka Panjang di Tengah Kenaikan Harga Komponen

Sumbawanews.com,- Ditengah lonjakan biaya memori dan chipset yang mendorong kenaikan harga smartphone global, Samsung justru memperkuat posisinya dengan menawarkan nilai lebih dari sekadar spesifikasi. Di Indonesia, yang mengalami penurunan pengiriman smartphone sebesar 9 persen pada kuartal pertama 2026, perusahaan asal Korea Selatan ini membalik paradigma konsumen: dari membeli perangkat, menjadi berinvestasi pada pengalaman jangka panjang.

Kenaikan harga DRAM dan NAND—komponen kunci untuk kecerdasan buatan dan penyimpanan data—telah mengubah struktur biaya produksi. Porsi biaya memori kini menyentuh 30–40 persen dari total biaya perangkat, naik dari sebelumnya hanya 10–15 persen. Namun, Samsung tidak menyerah pada tekanan harga. Sebaliknya, perusahaan ini memperluas akses teknologi premium ke segmen mid-range melalui pendekatan holistik yang menggabungkan inovasi, keamanan, dan dukungan berkelanjutan.

Salah satu pilar utama strategi ini adalah komitmen dukungan perangkat lunak hingga enam tahun—mulai dari pembaruan sistem operasi hingga patch keamanan. Fitur ini, yang sebelumnya eksklusif untuk lini flagship, kini hadir di Galaxy A57 5G dan Galaxy A07 5G. Dengan begitu, pengguna tidak perlu ganti ponsel setiap dua tahun sekali hanya karena sistem mulai ketinggalan zaman atau rentan terhadap ancaman siber.

Di balik layar, teknologi AI yang dulunya hanya tersedia di perangkat mahal kini menyatu dalam pengalaman sehari-hari. Galaxy A57 5G membawa fitur seperti Voice Translate, Circle to Search, dan integrasi Gemini AI yang berjalan langsung di perangkat (on-device AI). Ini bukan sekadar kemewahan—ini adalah efisiensi: proses lebih cepat, hemat baterai, dan privasi tetap terjaga tanpa bergantung pada koneksi internet. Kamera pun bukan lagi soal megapiksel, melainkan kemampuan mesin memahami cahaya, gerakan, dan ekspresi untuk menghasilkan foto yang lebih alami dan dinamis.

Keamanan pun dinaikkan ke level baru. Samsung Knox, sistem perlindungan berlapis yang biasa ditemukan di Galaxy S dan Z Series, kini tersedia di lini A. Termasuk fitur Samsung Knox Vault yang menyimpan data sensitif seperti sidik jari dan kunci enkripsi dalam chip terpisah, hampir tak mungkin diakses bahkan jika sistem utama diretas.

Untuk mengurangi beban finansial, Samsung memperluas program trade-in yang memungkinkan konsumen menukar ponsel lama dengan potongan harga langsung. Ditambah cicilan 0 persen hingga 24 bulan—misalnya, Galaxy A57 5G 8GB/128GB bisa dimiliki mulai Rp316.625 per bulan—perusahaan ini menjadikan upgrade teknologi bukan lagi kemewahan, tapi pilihan realistis.

Tak kalah penting, jaringan layanan purna jual yang luas menjadi penopang kepercayaan. Lebih dari 160 service center tersebar di 130 kota di Indonesia memastikan bahwa ketika ada masalah, solusi tak jauh dari genggaman. “Ketidakpastian ekonomi seharusnya tidak menghambat kemajuan,” ujar Andi Airin, Head of MX Business Demand Generation Samsung Indonesia. “Kami ingin teknologi tetap dekat, aman, dan terus berkembang bersama pengguna.”

Dengan kombinasi dukungan software panjang, AI yang cerdas dan privat, keamanan tingkat tinggi, serta fleksibilitas kepemilikan, Samsung tidak hanya menjual ponsel—tapi menawarkan ketenangan. Di tengah dunia yang bergerak cepat, perangkat yang tahan lama bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Dan Samsung, dengan sengaja, memilih menjadi rumah bagi mereka yang ingin menikmati masa depan tanpa harus membayar harga masa lalu.

Previous articlePerpres Pemulihan Korban HAM Berat Segera Dibutuhkan
Next articleJalan Terputus Tujuh Bulan, Warga Aceh Dilarang Pakai Setelah Diperbaiki
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik